Media Kampung – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, secara tegas menyuarakan harapan besar agar Persebaya Surabaya segera mengakhiri puasa gelar dan memberikan kado spesial bagi loyalitas Bonek di usia ke-99 klub. Dalam pernyataannya pada Kamis, 18 Juni 2026, Fathoni menekankan bahwa sudah saatnya tim kebanggaan Kota Pahlawan itu membalas cinta dan dukungan luar biasa dari para suporter dengan prestasi di atas lapangan.
Menurut Fathoni, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola bagi warga Surabaya dan Jawa Timur, melainkan simbol identitas dan harga diri yang diwariskan lintas generasi. Dukungan militan Bonek yang terus mengalir, bahkan di masa sulit, harus dijawab dengan trofi juara. “Saya dan masyarakat Surabaya pecinta Persebaya tentu sangat mengharapkan Persebaya bisa memberikan kado anniversary ke-99 dengan menjadi juara dalam kompetisi mendatang. Sudah terlalu lama Persebaya absen dalam perebutan gelar juara,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Fathoni memberikan sejumlah catatan penting bagi manajemen. Ia menekankan perlunya membangun skuad dengan mental pemenang, di mana setiap pemain yang direkrut memiliki komitmen dan semangat yang sejalan dengan ambisi juara klub. “Jangan sampai target juara ditetapkan, namun pemain yang dikontrak tidak memiliki semangat yang sama dengan apa yang diharapkan oleh suporter Persebaya,” tegasnya.
Selain kualitas pemain inti, Fathoni juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad. Menurutnya, jarak kemampuan antara pemain utama dan pelapis harus dipangkas agar performa tim tetap stabil sepanjang musim. “Jarak kualitas antara pemain inti dengan cadangan harus dipangkas sehingga ada kesetaraan kualitas. Dengan begitu, ketika ada satu atau dua pemain cedera, kualitas permainan tim tidak berkurang dalam perjuangan meraih gelar juara,” katanya.
Fathoni juga mengapresiasi transformasi positif Bonek dalam beberapa tahun terakhir, yang dinilai telah menjadi modal penting bagi kemajuan sepak bola Surabaya. Kini, giliran tim untuk memberikan kebanggaan melalui prestasi. “Bonek telah memberikan kado terbaik kepada tim yang didukungnya dengan perubahan perilaku yang lebih baik. Banyak pengamat sepak bola yang mengapresiasi transformasi itu. Saatnya tim yang memberikan kado terbaik untuk suporter,” ujarnya.
Mengenai kehadiran pelatih anyar, Bernardo Tavares, Fathoni mengaku optimistis. Ia berharap manajemen mendukung penuh kebutuhan pelatih asal Portugal tersebut agar visi sepak bola modernnya dapat diterapkan secara maksimal. “Saya melihat pelatih ini memiliki visi sepak bola modern. Saya berharap manajemen menyediakan anggaran untuk rekrutmen pemain yang sesuai dengan visi permainan Bernardo Tavares,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan