Media Kampung – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan memberikan insentif tambahan kepada klub-klub Super League yang menurunkan lebih banyak pemain lokal dalam setiap pertandingan, mulai musim depan. Kebijakan ini diumumkan Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora RI, Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026.

Insentif tambahan tersebut diberikan agar klub tetap memberikan perhatian pada pengembangan pemain lokal, terutama pemain muda, di tengah regulasi yang masih mengizinkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing per musim. Dari jumlah itu, hanya sembilan pemain asing yang bisa didaftarkan dalam satu pertandingan, dan maksimal tujuh di antaranya dapat dimainkan bersamaan.

“Tahun ini, I League juga memberikan insentif tambahan kepada klub-klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak, mereka akan ditambahkan pendanaan uang tambahan. Jadi aturannya seperti itu,” jelas Erick Thohir.

Regulasi pemain asing di Super League tidak berubah. Setiap klub tetap boleh mengontrak 11 pemain asing, dengan sembilan didaftarkan per pertandingan dan tujuh bisa dimainkan. Namun, klub yang lebih banyak memainkan pemain lokal akan mendapat bonus finansial dari operator liga.

Sementara itu, untuk kompetisi strata kedua (Championship), aturan pemain asing juga masih sama: klub hanya boleh mendaftarkan tiga pemain asing dan wajib memainkan minimal satu pemain U-21 di setiap laga. Selain itu, pelatih klub Championship harus berlisensi dan berkewarganegaraan Indonesia.

Kebijakan ini diharapkan mendorong klub Super League untuk lebih mengandalkan talenta lokal tanpa mengurangi daya saing liga. Dengan adanya insentif, klub diharapkan tidak hanya bergantung pada pemain asing, tetapi juga mengembangkan pemain muda Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.