Media Kampung – Roony Bardghji dipastikan tidak masuk dalam daftar pemain timnas Swedia untuk Piala Dunia 2026, meskipun ia merupakan salah satu pemain muda yang menjanjikan. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena absennya Bardghji bukan disebabkan performa di lapangan, melainkan insiden yang terjadi usai pertandingan kualifikasi melawan Polandia.
Dalam pertandingan tersebut, Bardghji tidak dimainkan dan hanya duduk di bangku cadangan. Setelah Swedia memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia, sikap Bardghji saat perayaan dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi tim. Beberapa sumber dari media Swedia mengungkapkan bahwa pemain muda ini tampak murung dan terisolasi saat rekan-rekannya merayakan keberhasilan tersebut.
Menurut laporan Aftonbladet, para pejabat Federasi Sepak Bola Swedia dan anggota tim merasa kecewa dengan perilaku Bardghji yang dianggap kurang mendukung semangat kolektif. “Sangat aneh melihat dia hampir duduk dengan suasana hati yang buruk saat kami sudah memastikan tiket ke Piala Dunia. Hal ini tidak membawa manfaat apa pun bagi tim,” ujar salah satu sumber dekat timnas Swedia.
Ketegangan ini semakin memperkuat keputusan pelatih Graham Potter untuk tidak memasukkan Bardghji dalam skuat Piala Dunia. Beberapa pemain juga merasa Bardghji terlalu mengedepankan kepentingan pribadi dan belum menempatkan tim sebagai prioritas, meskipun usianya masih muda.
Musim 2025-2026 bagi Bardghji di klub Barcelona juga terbilang kurang memuaskan. Ia hanya tampil dalam 26 pertandingan dan belum benar-benar mendapat kepercayaan penuh dari pelatih. Situasi ini semakin memperburuk relasinya dengan tim nasional Swedia dan membuat masa depannya dalam skuad dipertanyakan.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi karier Bardghji yang tengah berkembang. Absennya dia dari ajang internasional sebesar Piala Dunia menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Timnas Swedia pun berharap bisa menjaga kekompakan dan semangat kolektif dalam mempersiapkan turnamen bergengsi tersebut.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Barcelona maupun Bardghji terkait insiden ini. Namun, keputusan Graham Potter menunjukkan bahwa sikap dan mental pemain menjadi aspek krusial yang diperhatikan dalam seleksi tim nasional menjelang Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan