Media Kampung – Senne Lammens menjadi sorotan utama dalam kemenangan Manchester United 3-2 atas Liverpool di Old Trafford pada 3 Mei 2026, setelah kesalahannya memicu gol penyama kedudukan Gakpo. Meskipun mengalami momen kritis, kiper asal Belgia tersebut kembali menunjukkan ketenangan di menit-menit akhir pertandingan.
Manchester United membuka pertandingan dengan serangan cepat, Matheus Cunha mencetak gol pertama lewat tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit keenam. Empat menit kemudian, Benjamin Sesko menambah keunggulan United setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan Liverpool.
Senne Lammens memulai laga sebagai kiper utama United, menjaga gawang tetap bersih selama fase awal tanpa perlu melakukan penyelamatan signifikan. Penampilannya pada babak pertama dianggap stabil, meski tekanan Liverpool mulai meningkat menjelang istirahat.
Kesalahan pertama Lammens terjadi pada menit ke-48 ketika ia mengirimkan bola dari tendangan goal kick dengan jarak pendek ke area pertahanan sendiri. Bola tersebut mudah diintersep Dominik Szoboszlai, yang kemudian melanjutkan serangan hingga menyalurkan umpan kepada Cody Gakpo.
Cody Gakpo memanfaatkan umpan tersebut, menempatkan bola di sudut kanan atas gawang Lammens dan mencetak gol penyama kedudukan bagi Liverpool. Gol itu memaksa United untuk mengejar kembali selisih skor dalam sisa waktu pertandingan.
Roy Keane, mantan kapten United, menilai keputusan Lammens tersebut sebagai ‘terlalu berisiko’ dan menekankan pentingnya mengirimkan bola jauh saat berada di bawah tekanan. Ia menambahkan, “Goalkeeper sudah bagus, jangan terlalu keras menilainya, tapi dalam situasi seperti itu, lebih baik menghindari risiko.”
Mantan striker Liverpool, Daniel Sturridge, memberikan komentar di studio Sky Sports, menyebutkan Lammens ‘shift it’ sebelum terkesan bahwa ia mengucapkan kata kasar, memicu tawa Roy Keane dan Dave Jones. Sturridge kemudian menenangkan suasana dengan mengucapkan “come on, guys” sambil meminta koleganya kembali fokus pada analisis.
Babak kedua kembali diwarnai serangan balasan United, dan pada menit ke-89 Kobbie Mainoo mengambil bola longgar di kotak penalti, mengeksekusi penyelesaian yang menembus jaring lawan. Gol kemenangan tersebut memastikan United kembali unggul 3-2 dan mengamankan tiga poin penting.
Manajer Michael Carrick memuji karakter tim, menyatakan bahwa dua kesalahan cepat tidak menggoyahkan kepercayaan diri pemain. Ia menegaskan, “Kami telah menunjukkan ketangguhan mental dan kini kembali ke jalur kemenangan.”
Penilaian akhir untuk Lammens dalam pertandingan ini diberikan 5 dari 10, menyoroti performa solid di babak pertama namun penalti pada goal kick menurunkan nilai. Meskipun begitu, ia berhasil menepis beberapa serangan Liverpool di menit-menit akhir, memperlihatkan kemampuan pulih yang penting bagi tim.
Kemenangan ini menempatkan Manchester United kembali dalam persaingan tiga besar Liga Premier dan memperkuat peluang lolos ke Liga Champions musim berikutnya. Keberhasilan tersebut juga menambah kepercayaan diri Lammens sebagai pilihan utama antara gawang, terutama menjelang pertandingan-pertandingan penting mendatang.
Senne Lammens kini berada dalam posisi yang lebih baik, dengan manajemen klub menegaskan kepercayaannya dan mengharapkan penampilan konsisten di sisa musim. Pengamat sepak bola menilai bahwa pengalaman dari kesalahan kritis ini dapat menjadi batu loncatan bagi pertumbuhan kiper muda asal Belgia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan