Media KampungJadwal Pekan 31 BRI Super League 2025/2026 menjadi sorotan utama setelah sembilan laga pekan ke-30 selesai, menandai fase krusial bagi tim papan atas dan bawah menjelang penghujung musim.

Pekan ini dimulai pada Sabtu 2 Mei 2026 dengan dua pertandingan penting. Persebaya Surabaya menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sementara Malut United menghadapi Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang. Kedua laga diprediksi memiliki peluang kemenangan masing-masing 60-40 untuk tim tuan rumah.

Hari Minggu 3 Mei 2026 menyajikan derby Jatim antara Persik Kediri dan Arema FC di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Karena larangan suporter, atmosfer menjadi lebih tenang, namun poin tetap bernilai tinggi bagi Persik yang berjuang mengamankan posisi menengah. Prediksi peluang 55-45 untuk Persik.

Pada Senin 4 Mei 2026, Persib Bandung akan menampilkan laga kandang melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Persib berada di puncak klasemen dengan 69 poin, bersaing ketat dengan Borneo FC. PSIM hanya mengumpulkan satu kemenangan dari 13 pertandingan, menjadikan Persib favorit dengan peluang 55-45.

Hari yang sama, PSM Makassar berhadapan dengan Bhayangkara FC di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Kedua tim berada di zona menengah atas, dan prediksi hasil seimbang 50-50 mencerminkan ketatnya persaingan.

Persijap Jepara menjadi tuan rumah bagi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Senin malam. Persija, dengan tiga poin tertinggi (62), berusaha memperkecil jarak dengan pemimpin. Peluang kemenangan Persija diperkirakan 55-45, menandakan peluang realistis untuk mengangkat posisi klasemen.

Selasa 5 Mei 2026 menutup pekan dengan dua laga penentu. Madura United menjamu Bali United di Stadion Gelora Bangkalan, dengan prediksi hasil 50-50. Kedua tim berjuang menghindari zona degradasi. Pada malam yang sama, Borneo FC melawan Persita Tangerang di Stadion Segiri, Samarinda, dengan peluang kemenangan Borneo 55-45, mengukuhkan posisi mereka di papan atas.

Klasemen saat ini menampilkan persaingan tajam di puncak. Persib Bandung dan Borneo FC berbagi 69 poin, namun Persib unggul head-to-head. Di posisi kedua, Persija berada dengan 62 poin, berjarak tujuh poin dari pemimpin. Di zona degradasi, PSBS Biak masih terancam dengan 18 poin, sementara Semen Padang berjuang di atas 20 poin untuk mengamankan tempat.

Menurut pelatih Persijap, Mario Lemos, “Kami menyiapkan strategi khusus untuk menahan serangan cepat Persija, tetapi kami yakin dapat mengganggu ritme mereka di lini tengah.” Pernyataan tersebut menegaskan intensitas persiapan menjelang laga penting.

Analisis statistik menunjukkan bahwa Persija mencatat rata-rata 2,1 gol per pertandingan di kandang, sementara pertahanan mereka menahan kebobolan hanya 0,9 gol rata-rata. Statistik ini memberikan sinyal kuat bahwa Persija memiliki peluang signifikan untuk mengumpulkan tiga poin melawan Persijap.

Secara keseluruhan, Pekan 31 menjadi fase penentu bagi tim yang berjuang mempertahankan atau meningkatkan posisi mereka. Tim papan bawah harus mengamankan poin untuk menghindari degradasi, sementara tiga kandidat juara berusaha menambah jarak atau menyusul pemimpin. Persija, dengan peluang menutup jarak, berada pada posisi strategis untuk memperkuat ambisinya menjuarai BRI Super League musim ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.