Media Kampung – Polda Metro Jaya tangkap 101 orang, menghentikan upaya provokatif yang direncanakan pada aksi May Day di Jakarta, memastikan peringatan Hari Buruh tetap aman dan tertib.
Operasi pencegahan dilakukan pada Jumat, 1 Mei 2026, ketika ribuan pekerja berkumpul di Monas, DPR/MPR, dan Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Petugas menyusuri lokasi aksi dan menemukan kelompok yang berencana menyusup ke tengah massa buruh, membawa bahan-bahan yang dapat memicu kerusuhan.
Barang bukti yang diamankan meliputi botol kosong, kain pemicu, bensin, paku beton, ketapel berisi gotri, serta sejumlah senjata tajam.
Menurut Kombes Pol. Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, paku beton ditujukan untuk merusak pagar pembatas, sementara ketapel dipersiapkan untuk menyerang personel keamanan.
Polisi juga mengamankan uang tunai sekitar Rp 10 juta yang diduga menjadi dana operasional kelompok tersebut.
Dokumen rencana yang ditemukan mencantumkan jadwal serangan, titik kumpul, serta jalur pelarian setelah aksi kerusuhan terjadi.
Dalam dokumen itu, kelompok tersebut menargetkan memecah belah elemen serikat buruh dan memanfaatkan media sosial untuk memancing kemarahan massa.
Data kepolisian mengindikasikan 101 tersangka berusia 20‑35 tahun, mayoritas berasal dari luar Jakarta, dan hadir secara sporadis.
Kombes Iman menegaskan bahwa semua yang diamankan bukan bagian dari demonstran buruh yang sah, melainkan elemen eksternal yang ingin menciptakan kegaduhan.
Para tersangka kini berada dalam proses pendalaman untuk mengidentifikasi peran masing‑masing, sumber pendanaan, serta jaringan yang terlibat.
Polisi berkomitmen mengembalikan mereka kepada keluarga setelah pemeriksaan selesai, sambil menjamin hak asasi tetap terjaga.
Seluruh aksi penyampaian aspirasi oleh buruh di kawasan Monas, DPR/MPR, dan Dinas Tenaga Kerja berlangsung damai tanpa gangguan signifikan.
Pihak kepolisian menekankan bahwa tindakan preventif ini merupakan upaya menjaga marwah demokrasi dan melindungi hak berserikat.
Kombes Iman menambahkan, penangkapan ini menunjukkan efektivitas intelijen kepolisian dalam mengantisipasi potensi kerusuhan sebelum terjadi.
Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa kelompok tersebut mencoba mendekati barikade dengan membawa tas berisi bahan bakar, namun berhasil dicegah oleh satuan pengamanan.
Pengamanan tambahan, termasuk tim anti‑bom, dikerahkan di seluruh titik strategis untuk mengantisipasi ancaman bom molotov.
Polisi juga mengamankan alat komunikasi seluler yang diduga digunakan untuk koordinasi aksi di antara anggota kelompok.
Keberhasilan operasi ini mendapat apresiasi dari penyelenggara aksi buruh, yang menilai keamanan terjaga dengan baik.
Pada saat ini, semua tersangka masih dimintai keterangan, sementara penyelidikan lanjutan terus berjalan untuk mengungkap jaringan lebih luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan