Media KampungFIFA resmi mengumumkan bahwa pada Piala Dunia 2026, pemain yang menutup mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan akan langsung dikenakan kartu merah, sebuah langkah untuk menekan perilaku diskriminatif dan menyembunyikan ucapan di lapangan.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan khusus Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancouver, Kanada, pada Selasa 28 April 2026, dan akan disosialisasikan ke 48 federasi anggota FIFA sebelum turnamen dimulai pada Juni 2026.

Latar belakang utama aturan ini adalah insiden antara Gianluca Prestianni (Benfica) dan Vinícius Júnior (Real Madrid) pada pertandingan Liga Champions Februari 2026, di mana Prestianni dituduh melontarkan ujaran rasis sambil menutup mulut, memicu penghentian sementara pertandingan dan penerapan protokol anti‑diskriminasi.

Selain itu, IFAB juga menyetujui aturan kedua yang menyatakan bahwa pemain atau ofisial yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit dapat dikenai kartu merah, dan tim yang melakukannya dapat dinyatakan kalah, berdasarkan insiden walk‑out tim Senegal di final Piala Afrika 2025.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, “Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengucapkan sesuatu yang bersifat rasis atau diskriminatif, maka dia harus dikeluarkan dari lapangan secara tegas.” Kutipan tersebut menegaskan komitmen FIFA terhadap sportivitas.

Aturan baru memberikan wewenang tambahan kepada wasit untuk menilai niat pemain dalam menutup mulut, termasuk meninjau rekaman audio‑visual, sehingga keputusan dapat diambil secara objektif tanpa mengandalkan laporan pihak ketiga.

Beberapa pelatih nasional menyatakan keprihatinan terhadap potensi penafsiran subjektif, namun mereka juga mengapresiasi upaya FIFA untuk melindungi nilai-nilai inklusif dalam sepak bola internasional.

Tim‑tim yang lolos kualifikasi kini harus menyesuaikan strategi disiplin, mengedukasi pemain tentang bahaya tindakan tutup mulut, dan melatih komunikasi terbuka selama duel, agar tidak terjerat sanksi yang dapat merugikan peluang melaju ke babak selanjutnya.

FIFA menjanjikan bahwa regulasi ini akan mulai berlaku pada fase grup Piala Dunia 2026, dengan panduan lengkap akan didistribusikan kepada semua ofisial pertandingan pada akhir Mei 2026, memastikan semua pihak siap menegakkan standar baru tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.