Media Kampung – Gelandang Arsenal, Declan Rice, menegaskan tekadnya untuk mengantarkan klubnya meraih gelar Premier League pada akhir musim 2025/2026, menambah keyakinan skuad The Gunners yang kini memimpin klasemen dengan selisih tiga poin atas rival terdekatnya, Manchester City.

Arsenal berada di posisi puncak sementara setelah mengumpulkan 73 poin dari 33 pertandingan, sementara Manchester City berada di posisi kedua dengan 70 poin. Dengan empat laga tersisa, Gunners memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan trofi domestik pertama sejak 2004, sekaligus melengkapi ambisi Eropa mereka yang sedang menembus semifinal Liga Champions.

Rice menyoroti pengalaman tim dalam menghadapi tekanan besar selama tiga atau empat tahun terakhir. “Kami sudah memainkan banyak pertandingan besar dalam tiga atau empat tahun terakhir di level tertinggi, jadi kami tahu apa yang akan dihadapi,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum leg pertama semifinal melawan Atletico Madrid pada 30 April 2026.

Menurut data resmi Premier League, Arsenal hanya membutuhkan tujuh pertandingan lagi untuk menutup musim, termasuk tiga laga terakhir di kompetisi domestik dan empat laga potensial di Liga Champions. Jika mereka berhasil mencapai final di Budapest pada 30 Mei, mereka akan menghadapi Paris Saint‑Germain atau Bayern Munich, yang juga menambah beban mental bagi para pemain.

Selain Rice, lini tengah Arsenal juga diisi oleh pemain berpengalaman seperti William Saliba, Martin Ødegaard, dan Martin Zubimendi. Kombinasi kreativitas dan ketangguhan pertahanan menjadi faktor utama yang dipuji pelatih Mikel Arteta. “Kami memiliki susunan pemain yang seimbang, dengan kreativitas di lini serang dan kestabilan di lini belakang,” kata Arteta dalam sebuah wawancara singkat.

Namun, skuad tetap dihadapkan pada masalah kebugaran. Eberechi Eze dan Kai Havertz mengalami cedera pada laga akhir pekan sebelumnya. Rice menambahkan, “Itulah alasan dia didatangkan ke sini. Saya sudah bilang beberapa minggu lalu, kualitas tembakannya luar biasa. Dia pemain hebat dan sosok yang luar biasa. Kami benar-benar membutuhkannya dalam beberapa pekan ke depan.”

Kondisi ini menambah tekanan pada Rice, yang sekaligus harus memimpin tim di tengah persaingan ketat. Statistik menunjukkan bahwa Arsenal mencatatkan 22 kemenangan, 7 seri, dan 4 kekalahan di liga, dengan selisih gol positif 42, menandakan performa serangan yang efisien dan pertahanan yang solid.

Dalam pertandingan terakhir sebelum jeda internasional, Arsenal mengalahkan Brighton & Hove Albion 3‑1 di Emirates Stadium, dengan kontribusi gol dari Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan assist dari Ødegaard. Rice sendiri tidak mencetak gol, namun perannya sebagai pengatur tempo dan pengaman lini tengah tetap menjadi kunci keberhasilan tim.

Sejumlah analis sepak bola menilai bahwa Arsenal memiliki peluang terbesar untuk mengakhiri era “nyaris juara” yang telah berlangsung selama tiga musim terakhir. Keberhasilan meraih gelar Premier League akan menjadi bukti bahwa tim Arteta dapat menyalurkan pengalaman semifinal Liga Champions menjadi konsistensi di kompetisi domestik.

Dengan semangat yang ditularkan oleh Rice dan dukungan penuh dari suporter, Arsenal menatap tiga laga terakhir Premier League dengan keyakinan tinggi. Jika mereka dapat mempertahankan performa ini, musim 2025/2026 berpotensi menjadi musim terbaik dalam sejarah klub, menyatukan trofi domestik dan peluang emas di panggung Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.