Media Kampung – Kapten Persib Bandung, Marc Klok, memberikan penjelasan resmi tentang bonus Rp1 miliar yang diberikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang dikenal sebagai Ara.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 28 April 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjelang latihan tim.
Klok menegaskan bahwa bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap klub, kota, dan pencapaian tim yang sedang mengejar gelar juara ketiga beruntun.
“Iya, itu sangat‑sangat bagus kan? Mereka apresiasi kami, apresiasi klub, apresiasi kota. Ini sangat penting,” ujar Marc Klok dengan nada santai.
Menurutnya, pemberian bonus kepada pemain merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola profesional.
“Di sepak bola itu hal biasa untuk dapat apresiasi dan bonus,” tambahnya, menambahkan bahwa hal serupa terjadi di klub Liga 1 lain.
Klok mengaku agak bingung mengapa isu bonus menimbulkan pertanyaan di kalangan publik.
“Saya tidak terlalu mengerti kenapa ada banyak pertanyaan buat itu karena setiap klub di Liga 1 punya itu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa media sosial kini lebih cepat menyoroti setiap pernyataan publik.
Para supporter Persib, yang dikenal dengan sebutan Bobotoh, sempat mengkritik pemberian bonus sebesar Rp1 miliar per pemain.
Beberapa di antara mereka menilai hal tersebut dapat menimbulkan ketimpangan finansial di antara klub.
Namun, Klok menolak pandangan tersebut dengan menekankan bahwa bonus tidak mengubah fokus utama tim.
“Kami tetap fokus pada hasil di lapangan, bukan pada isu di luar,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab dipanggil KDM, juga memberikan penjelasan mengenai asal‑usul bonus.
Ia menyebut bahwa Ara, atau Maruarar Sirait, menyatakan kesediaannya membantu Persib setelah pertemuan dengan manajemen klub.
Menurut KDM, Ara berjanji memberikan bonus pada setiap pertandingan kandang lawan sebagai dukungan moral.
Penawaran tersebut muncul dalam rangka mencapai target tiga gelar juara beruntun yang telah ditetapkan klub.
Target ambisius tersebut mencakup Liga Super 2025/2026, Piala Indonesia, dan Piala Asia AFC.
Marc Klok menegaskan bahwa bonus tidak mengurangi motivasi pemain untuk berjuang meraih tiga trofi tersebut.
“Jika hasil tidak memuaskan, bonus tidak akan ada. Fokus kami tetap pada kemenangan,” katanya.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, juga menyuarakan pendapat serupa dalam konferensi pers terpisah.
Ia menilai bahwa penghargaan finansial adalah bagian normal dari kontrak profesional.
“Kami berada di peringkat pertama klasemen sementara, jadi bonus menjadi wajar,” ujar Hodak.
Sejumlah analis sepak bola menilai langkah Menteri Ara sebagai upaya meningkatkan popularitas sepak bola di Jawa Barat.
Menteri tersebut memang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan olahraga sejak masa kuliah di Universitas Parahyangan Bandung.
Ia pernah menjadi sponsor bagi beberapa klub lokal sebelum menjabat sebagai Menteri PKP.
Pemberian bonus total mencapai Rp5 miliar, yang dibagi kepada 5 pemain inti tim.
Setiap pemain menerima Rp1 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk fasilitas latihan dan pengembangan akademi muda Persib.
Bobotoh yang mendukung klub menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Namun, kelompok lain menilai kebijakan semacam ini dapat menimbulkan preseden negatif bagi klub lain.
Klub Persib menegaskan bahwa semua prosedur bonus telah sesuai dengan regulasi Liga 1 yang dikeluarkan PSSI.
PSSI sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kebijakan tersebut.
Persib tetap berkomitmen untuk menyelesaikan sisa lima pertandingan musim dengan konsistensi tinggi.
Target utama tim tetap pada mengamankan gelar juara Liga Super 2025/2026.
Jika berhasil, Persib akan menjadi klub pertama dalam era modern yang meraih tiga gelar berturut‑turut.
Marc Klok menutup pernyataannya dengan harapan agar publik tidak teralihkan oleh isu bonus.
“Kami minta dukungan tetap pada tim, bukan pada spekulasi,” tutupnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan