Media Kampung – Douglas Sousa, ayah Endrick, mengungkap pada Minggu, 26 April 2026 bahwa kurang menit bermain di Real Madrid menghambat perkembangan putranya yang berusia 19 tahun.

Endrick bergabung dengan akademi Real Madrid pada tahun 2024 dengan harapan memperoleh pengalaman di klub elit Eropa.

Namun, ia hanya memperoleh beberapa menit bermain di tim utama dan tim cadangan, yang menurut Sousa tidak cukup untuk meningkatkan kepercayaan diri.

“Anak saya membutuhkan lapangan lebih banyak, bukan hanya latihan di belakang layar,” kata Douglas Sousa dengan nada tegas.

Kurangnya jam terbang menyebabkan Endrick merasa kurang termotivasi dan kehilangan kebahagiaan dalam bermain sepak bola.

Situasi ini memicu tekanan mental, karena sang pemain masih berada dalam fase kritis pengembangan teknik dan taktik.

Setelah Real Madrid memutuskan meminjamkan Endrick ke Olympique Lyon pada Januari 2026, ia mulai mendapatkan kesempatan bermain yang lebih konsisten.

Di Lyon, Endrick berhasil mencetak lima gol dan memberikan enam assist dalam 15 penampilan, menunjukkan peningkatan signifikan.

Penampilan tersebut menarik perhatian klub-klub top Eropa, termasuk Arsenal yang sedang mencari penyerang baru.

Arsenal mengamati perkembangan Endrick sebagai alternatif bagi Viktor Gyokeres yang performanya dianggap kurang memuaskan.

Meskipun masih berada dalam masa pinjaman, Endrick menegaskan ambisinya untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama timnas Brasil.

“Jika saya tampil bagus di pertandingan mendatang, saya yakin dapat lolos ke Piala Dunia,” ujar Sousa, menyampaikan keyakinan putranya.

Real Madrid sendiri sedang meninjau kebijakan pinjaman pemain muda, mengingat situasi keuangan klub yang memerlukan penyesuaian skuad.

Beberapa analis berpendapat bahwa Real Madrid dapat menjual Endrick jika tawaran yang menguntungkan muncul.

Namun, keputusan akhir masih bergantung pada performa Endrick di Ligue 1 dan keinginan klub asal.

Douglas Sousa menekankan pentingnya lingkungan yang memberi kesempatan bermain secara reguler bagi perkembangan pemain muda.

“Di Real Madrid, mereka mengambil tempat bermain itu darinya; di Lyon, ia menemukan kembali ritme dan kegembiraan bermain,” jelasnya.

Perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan statistik, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri Endrick di lapangan.

Ke depannya, Endrick diharapkan terus menunjukkan konsistensi untuk menarik minat klub besar dan memperkuat posisi Brasil di panggung internasional.

Kondisi terbaru menunjukkan Endrick tetap menjadi pilihan utama Lyon, sementara Arsenal terus memantau perkembangan pemain muda tersebut menjelang jendela transfer musim panas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.