Media Kampung – Bek Timnas Indonesia Jay Idzes tampil penuh selama 90 menit dan membantu Sassuolo mengamankan poin lewat hasil imbang 0-0 melawan Fiorentina pada Minggu, 26 April 2026.
Pertandingan pekan ke-34 Serie A 2025-2026 digelar di Stadio Artemio Franchi, Florence, dengan suhu malam yang mendukung kedua tim.
Jay Idzes masuk sebagai starter di lini belakang dan tidak digantikan sepanjang laga, menunjukkan kepercayaan pelatih Fabio Grosso.
Statistik menunjukkan Fiorentina menguasai bola 49 persen, sementara Sassuolo sedikit lebih unggul dengan 51 persen penguasaan.
Tim tuan rumah mencatatkan 22 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, sedangkan Sassuolo hanya menembakkan 11 tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.
Di sektor defensif, Idzes melakukan dua blok tembakan, tujuh intersepsi, dan mencatatkan akurasi umpan 96 persen, menambah stabilitas pertahanan.
“Saya bangga bisa bermain penuh 90 menit dan membantu tim menjaga clean sheet,” ujar Idzes dalam wawancara pasca pertandingan.
Pelatih Fabio Grosso menilai, “Penampilan Jay sangat konsisten, dia menjadi batu penjuru di lini belakang dan memberi rasa aman bagi rekan-rekannya,” tambahnya.
Dengan hasil ini, Sassuolo bertahan di posisi ke-10 klasemen sementara dengan 46 poin, mengamankan zona aman dari ancaman degradasi.
Fiorentina tetap berada di peringkat ke-15 dengan total 37 poin, masih berjuang keluar dari zona perlawanan.
Kondisi tengah tabel memberi Sassuolo ruang manuver untuk menargetkan poin tambahan pada empat laga tersisa musim ini.
Pertandingan selanjutnya, Fiorentina akan berkunjung ke markas AS Roma, sementara Sassuolo akan menjamu AC Milan di laga pekan berikutnya.
Sebelumnya, Idzes terlibat dalam duel melawan Inter Milan pada 9 Februari 2026, di mana Sassuolo kalah 5-0, namun pengalaman tersebut memperkaya mentalnya.
Di tingkat internasional, Idzes menjadi kapten Timnas Indonesia dan berperan penting dalam fase kualifikasi Piala AFF 2026.
Kariernya dimulai di akademi PSV, Belanda, sebelum menembus Serie A melalui kepindahan ke Venezia dan kemudian Sassuolo.
Latar belakang Indonesia membuatnya menjadi salah satu pemain Asia pertama yang menjadi starter reguler di Serie A.
Ia mengakui peran ibunya sebagai pelatih pertama yang menanamkan kecintaan pada sepak bola sejak usia dini.
Dengan performa konsisten, Idzes diprediksi akan terus menjadi pilihan utama lini belakang Sassuolo serta aset berharga bagi timnas.
Ke depan, ia berharap dapat membantu Sassuolo meraih poin lebih banyak dan mengukir prestasi lebih tinggi di liga Italia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan