Media Kampung – 15 April 2026 | Jong Ajax kembali menjadi sorotan setelah mengalami kekalahan 1-2 melawan TOP Oss dalam kompetisi Eerste Divisie, menambah tekanan pada skuad cadangan Ajax yang tengah berjuang menegakkan eksistensi di level profesional sambil tetap menjadi batu loncatan bagi pemain muda klub.
Di tengah perbincangan tentang potensi bintang muda Ajax, Frenkie de Jong menegaskan bahwa perbandingan dirinya dengan legenda Johan Cruyff tidak realistis, dengan menyatakan, “Saya tidak berusaha menarik banyak perhatian, fokus pada tugas saya, dan saya jauh dari level Cruyff; saya tidak akan pernah mencapainya,” menegaskan sikap rendah hati meski performanya sering menjadi bahan perbincangan.
Pada pertandingan yang berlangsung pada 13 April 2026, Jong Ajax menurunkan formasi standar namun gagal mengatasi kecepatan serangan TOP Oss, yang mencetak gol pertama melalui tendangan jauh dan menambah gol kedua pada menit ke-70, sementara gol tunggal Ajax berasal dari tendangan sudut yang gagal diolah dengan maksimal.
Sementara itu, Jong FC Utrecht yang berpindah ke Stadion Galgenwaard menorehkan kemenangan penting 3-0 atas Vitesse, dengan gol pembuka dari tendangan bebas 25 meter oleh Nino Zonneveld, diikuti assist dari Zonneveld untuk gol kedua dan dribel elegan Omar Achouitar yang menutup skor, mengokohkan posisi Vitesse di puncak klasemen sementara.
Di laga lain, Jong PSV menunjukkan dominasi dengan mengalahkan Jong AZ 2-0, keduanya dicetak oleh pemain berusia tujuh belas tahun, Austyn Jones, yang menegaskan kualitas akademi PSV dalam menghasilkan talenta muda siap bersaing di level senior.
Eerste Divisie mengakomodasi tim cadangan seperti Jong Ajax, Jong PSV, dan Jong AZ, namun mereka tidak berhak atas promosi ke Eredivisie, sehingga fokus utama mereka adalah pengembangan pemain, mendapatkan pengalaman kompetitif, serta mendukung tim utama dalam mengatasi cedera dan penurunan performa.
Jong Ajax dijadwalkan kembali bertanding melawan RKC Waalwijk pada akhir pekan depan, dengan harapan dapat memperbaiki catatan pertahanan dan memanfaatkan peluang serangan balik, sementara pelatih tim mengumumkan rotasi pemain untuk memberi kesempatan pada pemain muda yang belum banyak tampil.
Dengan situasi yang masih menantang, Jong Ajax bertekad memperbaiki performa di sisa lima pertandingan musim ini, mengingat pentingnya menjaga standar pelatihan bagi generasi penerus Ajax dan memastikan transisi yang mulus ke tim utama dalam jangka panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan