Media Kampung – Mierza Firjatullah mengirim pesan mengharukan setelah dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Asia U-17 2026 karena cedera hamstring. Ia menegaskan dukungan penuh kepada rekan-rekannya meski tak dapat berpartisipasi di turnamen.
Pada laga perdana AFF U-17 2026 melawan Myanmar, Mierza mengalami robekan hamstring yang terdiagnosa parah oleh tim medis. Kondisi tersebut mengharuskan ia menjalani perawatan intensif dan istirahat total.
“Cedera ini membuat saya keluar dari lapangan pada saat yang paling saya inginkan. Menyakitkan tidak dapat membantu ketika tim membutuhkan saya, tapi saya percaya pada mereka,” tulis Mierza di Instagram.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto mengonfirmasi hasil MRI yang menunjukkan risiko tinggi bila pemain dipaksakan bermain. Ia menambahkan bahwa pemulihan memerlukan minimal empat sampai enam minggu.
Karena hasil medis, Kurniawan memutuskan mengembalikan Mierza ke klub untuk proses rehabilitasi dan mencoretnya dari daftar akhir 23 pemain. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan pemain dan performa tim.
Sebagai bagian dari penyesuaian skuad, enam pemain lain juga tidak masuk dalam daftar akhir, termasuk Syahdan Caesar, Handri Dimas, Shoyyo Himawan, Alfa Al Faruqi, dan Komang Semadi. Semua pemain tersebut akan kembali ke klub masing-masing.
Pengganti posisi penyerang tengah Mierza dijuga oleh Sean Kastor, pemain berusia 16 tahun yang telah menunjukkan kemampuan mencetak gol di kompetisi domestik. Kastor diharapkan dapat mengisi kekosongan di lini depan.
Timnas Indonesia U-17 akan bertanding di Grup B Piala Asia U-17 2026 yang diselenggarakan di Arab Saudi. Jadwal meliputi pertandingan melawan Tiongkok pada 5 Mei, Qatar pada 9 Mei, dan Jepang pada 12 Mei.
Turnamen ini menjadi jalur kualifikasi langsung ke FIFA U-17 World Cup 2026 di Qatar, dengan dua tim teratas tiap grup otomatis lolos. Jika Qatar berhasil menjadi juara atau runner‑up grup, tim peringkat ketiga juga berkesempatan melaju.
Setelah gagal menembus final AFF U-17, Garuda Muda meningkatkan intensitas latihan di Jakarta untuk mempersiapkan Piala Asia. Fokus utama pelatih adalah memperbaiki taktik serangan dan pertahanan.
Mierza, lahir di Bandung pada tahun 2009, dikenal sebagai penyerang andalan di liga U-17 nasional dengan catatan gol yang mengesankan. Potensinya sempat menarik perhatian klub-klub senior.
Pengumuman pencoretan Mierza memicu ribuan komentar dukungan dari penggemar di media sosial, menyoroti rasa bangga mereka terhadap semangat juangnya. Banyak yang berharap ia cepat pulih dan kembali beraksi.
“Saya akan berada di sana, bahkan dari luar, mendukung, bersorak, dan mendorong seperti satu. Ini bukan akhir, ini hanya jeda,” lanjutnya dalam postingan tersebut.
Kurniawan menegaskan kepercayaan pada skuad yang tersisa, menyatakan latihan intensif akan terus berlanjut hingga keberangkatan. Ia menambahkan bahwa moral tim tetap tinggi meski kehilangan beberapa pemain kunci.
Protokol medis PSSI mewajibkan semua pemain U-17 menjalani evaluasi fisik sebelum turnamen, termasuk tes MRI untuk cedera otot. Program rehabilitasi Mierza melibatkan fisioterapis berpengalaman.
PSSI memberikan dukungan penuh berupa fasilitas fisioterapi, nutrisi, dan pemantauan rutin selama masa pemulihan. Mereka menekankan pentingnya kesehatan jangka panjang pemain muda.
Pesan Mierza menjadi inspirasi bagi rekan setim dan generasi atlet muda Indonesia, menunjukkan nilai sportivitas dan tekad. Dukungan moralnya diyakini memperkuat semangat tim.
Saat ini, Mierza sedang menjalani program pemulihan di klub asalnya, diperkirakan kembali ke lapangan setelah empat sampai enam minggu. Ia menargetkan partisipasi di kompetisi internasional berikutnya dengan kondisi prima.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan