Media Kampung – Winger Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, kini berada dalam situasi yang semakin genting di FCV Dender, klub Belgia yang berjuang menghindari degradasi sekaligus menanti akhir kontrak pemain berusia 28 tahun itu.

Sepanjang musim 2025/2026, Oratmangoen hanya mencatat 14 penampilan dengan total 341 menit bermain, angka yang turun drastis dibandingkan musim sebelumnya.

Masalah cedera menjadi penyebab utama berkurangnya menit bermain, termasuk absen pada pekan ke-16 hingga ke-26 karena masalah lutut.

Ia hanya sekali menjadi starter, sementara sisanya ia masuk sebagai pengganti atau bahkan tidak masuk skuad sama sekali.

Gol sensasional yang ia cetak melawan Royal Antwerp pada pekan ke-15 menjadi satu-satunya golnya di liga musim ini, dan belum ada tambahan gol sejak saat itu.

FCV Dender saat ini berada di zona play‑off degradasi Belgian Pro League, dengan hanya satu kemenangan dari tiga laga terakhir dan mengumpulkan 22 poin.

Jika hasil tiga pertandingan terakhir melawan Zulte Waregem, Cercle Brugge, dan La Louvière tidak berubah, tim diprediksi akan menempati posisi terbawah dan terancam turun ke kasta kedua.

Kontrak Oratmangoen dengan Dender akan berakhir pada Juni 2026, sehingga ia akan menjadi pemain bebas jika tidak ada perpanjangan.

CEO BYON Combat, Yoshua Marcellos, menyatakan bahwa pengembangan karier pemain harus didukung oleh keyakinan, bukan sekadar rasa percaya diri.

Situasi ini menambah keraguan akan peluang Oratmangoen dipanggil kembali oleh pelatih John Herdman untuk Timnas Indonesia di fase kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang kurang optimal di Eropa, peluang klub lain untuk merekrutnya pada musim depan menjadi terbatas, memaksa pemain mencari solusi segera.

Sejauh ini, Oratmangoen terakhir tampil sebagai pengganti pada laga melawan Cercle Brugge pada 19 April 2026, setelah absen dua pertandingan karena cedera.

Kondisi klub dan pemain ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemain naturalisasi Indonesia di kompetisi luar negeri, khususnya dalam menjaga konsistensi performa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.