Media Kampung – Benfica berhasil mengalahkan Sporting CP dengan skor 2-1 pada pertandingan Liga Portugal yang berlangsung di Stadion Alvalade pada 19 April 2026.
Gol pembuka datang melalui tendangan penalti Andreas Schjelderup pada menit ke-27, mengembalikan keunggulan bagi tim tamu.
Tak lama kemudian, Hidemasa Morita memanfaatkan handball untuk menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-35.
Setelah jeda, Morita memperbaiki kesalahannya dengan sundulan tajam ke gawang pada menit ke-72, memberi keunggulan kembali kepada Benfica.
Pemain muda Rafa Silva masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-93 setelah serangan balik cepat.
Usulan VAR menolak gol balasan Sporting CP pada menit ke-91 karena posisi offside yang tipis.
Penjaga gawang Anatoliy Trubin melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan jarak jauh Luis Suarez pada menit ke-19.
Statistik menunjukkan Benfica mencatatkan xG 2,27 dari 14 tembakan, sementara Sporting CP mencatatkan xG 1,66 dari 19 tembakan.
Dengan kemenangan ini, Benfica naik ke posisi kedua klasemen, terpaut satu poin dari Sporting CP yang memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Jose Mourinho, pelatih Benfica, menegaskan pentingnya hasil ini dalam wawancara pasca-pertandingan, menyatakan, “Kami senang bisa menang, tim kami bermain fantastis dan menunjukkan ketangguhan mental.”
Mourinho juga menambahkan bahwa timnya masih mengandalkan hasil pertandingan lain, terutama melawan FC Porto, untuk merebut gelar juara.
Di sisi lain, pelatih Sporting CP, Paulo Borges, mengakui kegagalan timnya dalam mengeksekusi peluang, terutama pada tendangan penalti yang gagal.
Borges menyoroti bahwa keputusan VAR yang menolak gol penyeimbang pada menit akhir sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Penyerang Andreas Schjelderup, yang mencetak gol pertama, menilai bahwa timnya harus lebih konsisten dalam menjaga pertahanan di menit-menit akhir.
Statistik tambahan menunjukkan bahwa Benfica masih mempertahankan rekor tak terkalahkan selama 30 pertandingan di liga, rekor pertama sejak musim 1977-78.
Hasil ini menambah tekanan pada Sporting CP yang kini harus mengejar poin maksimal dalam laga berikutnya melawan Moreirense.
Analisis taktik mengindikasikan bahwa Benfica mengandalkan serangan sayap cepat dan transisi cepat setelah merebut bola.
Di sisi lain, Sporting CP mencoba menguasai lini tengah tetapi gagal mengkonversi peluang menjadi gol.
Kedua tim mencatatkan total 27 tembakan, namun akurasi tembakan Benfica lebih tinggi dibandingkan Sporting CP.
Penonton di stadion diperkirakan mencapai kapasitas penuh, menciptakan atmosfer intens selama seluruh pertandingan.
Derby Lisbon ini menambah narasi persaingan antara dua klub terbesar Portugal, yang selalu menjadi sorotan publik.
Ke depan, Benfica akan menghadapi Moreirense, sementara Sporting CP bersiap melawan Famalicão dalam rangka memperbaiki posisi mereka.
Kemenangan ini memastikan Benfica tetap berada dalam perburuan gelar, menambah ketegangan dalam persaingan akhir musim Liga Portugal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan