Media Kampung – Barito Putera mengincar tiga poin dalam laga derbi Kalimantan melawan Persiba Balikpapan pada Minggu (19/04/2026). Kemenangan tersebut penting untuk memperkuat posisi klasemen grup 2 Championship 2025/2026.
Pertandingan digelar di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, dan berakhir imbang 3-3 setelah kedua tim saling berbagi serangan. Gol Barito Putera dicetak oleh Alexsandro Perreira, Fabiano Beltrame, dan Renan Silva.
Sementara itu, tiga gol Persiba Balikpapan berasal dari Muhammad Isfandyar, Takumu Nishihara, dan gol bunuh diri Fabiano Beltrame. Kedua tim menunjukkan pola menyerang yang agresif sejak peluit awal.
Hasil imbang tidak mengubah posisi sementara di klasemen grup 2. Persiba tetap berada di urutan kesembilan dengan 18 poin, sedangkan Barito Putera menempati posisi kedua dengan 49 poin.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan tim meski harus berbagi poin. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain, kami sudah bermain terbuka,” ujar Leonard usai laga.
Leonard menambahkan bahwa lini pertahanan tim masih rentan. “Ada beberapa kelengahan di lini pertahanan yang perlu diperbaiki,” ia menegaskan.
Di sisi lain, pelatih Barito Putera menilai hasil imbang sebagai pelajaran penting. Ia menekankan perlunya konsistensi dalam mempertahankan keunggulan bila ingin mengamankan tiga poin.
Barito Putera memasuki pekan ke-25 dengan ambisi mengumpulkan poin maksimal. Keberhasilan tiga poin akan menambah jarak dengan tim terdepan di grup.
Data resmi menunjukkan Barito Putera mencatat 49 poin dari 24 pertandingan, dengan selisih gol +22. Statistik tersebut menempatkan mereka di belakang pemuncak klasemen hanya satu poin.
Persiba Balikpapan, dengan 18 poin, masih berada di zona play‑off degradasi. Mereka membutuhkan hasil positif untuk keluar dari zona bahaya.
Derbi Kalimantan kali ini menjadi sorotan utama karena melibatkan dua tim dengan tujuan berbeda. Barito Putera berupaya memperkuat peluang promosi, sementara Persiba berjuang mempertahankan eksistensi di level atas.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, masing‑masing sekitar 48% untuk Barito dan 46% untuk Persiba. Kedua tim mencatat 15 tembakan, dengan 6 tepat sasaran masing‑masing.
Gol ketiga Barito Putera, yang dicetak oleh Renan Silva pada menit ke‑87, menambah tekanan pada Persiba. Namun gol bunuh diri Beltrame pada menit ke‑90 menyeimbangkan kembali skor.
Penonton di Stadion 17 Mei menyaksikan aksi intens selama 90 menit plus waktu tambahan. Suasana stadion dipenuhi sorakan mendukung kedua kubu.
Setelah hasil imbang, Barito Putera masih memiliki satu pertandingan lagi sebelum akhir pekan. Pertandingan berikutnya akan melawan tim lain di grup 2, yang dapat menentukan posisi puncak.
Persib Balikpapan dijadwalkan bertemu tim lawan berikutnya dalam upaya mengumpulkan poin penting. Pelatih Leonard menekankan strategi bertahan lebih solid di laga selanjutnya.
Konteks regional menunjukkan persaingan ketat di antara klub Kalimantan. Barito Putera dan Persiba Balikpapan merupakan dua kekuatan utama di wilayah ini.
Di grup Timur, Persipura Jayapura memanfaatkan slipnya Barito Putera dengan meraih kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang. Hasil tersebut menempatkan Persipura di puncak klasemen grup Timur.
Keberhasilan Persipura menambah tekanan pada Barito Putera untuk memperbaiki performa di sisa musim. Tim asuhan Rahmad Darmawan menargetkan poin maksimal pada setiap laga.
Menurut data liga, Barito Putera memiliki rekor pertahanan yang lebih baik dibanding Persiba, dengan hanya 22 kebobolan dibanding 35 kebobolan Persiba. Namun, pertahanan Barito masih mengalami celah pada situasi bola mati.
Pelatih Barito Putera menegaskan pentingnya memanfaatkan peluang dari set‑piece. “Kami harus lebih tajam di bola mati,” katanya dalam konferensi pers.
Statistik individual menunjukkan Alexsandro Perreira mencetak total 12 gol musim ini, menjadi pencetak gol terbanyak tim. Fabiano Beltrame menambahkan 9 gol dan 5 assist.
Takumu Nishihara, pemain asal Jepang yang membela Persiba, mencetak gol penentu pada menit ke‑79. Penampilannya menjadi sorotan karena kecepatan dan kreativitasnya.
Sejumlah analis menganggap derbi ini sebagai penentu arah kompetisi grup 2. Hasil positif bagi Barito Putera dapat mengamankan tiket promosi, sementara kekalahan dapat memperburuk posisi Persiba.
Penggemar Barito Putera berharap tim dapat mengatasi kekurangan di lini pertahanan dan menambah gol. Mereka menantikan penampilan kuat di pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, Persiba Balikpapan mengandalkan semangat juang untuk menghindari zona degradasi. Tim berusaha memperbaiki konsistensi dalam serangan.
Penutup, hasil 3-3 memberikan kedua tim pelajaran berharga menjelang sisa musim. Barito Putera akan terus berupaya mengumpulkan tiga poin dalam laga selanjutnya untuk memperkuat posisi klasemen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan