Media Kampung – Persis Solo menelan kekalahan 0-2 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (18/4/2026), mengakhiri rekor delapan laga tak terkalahkan dan menurunkan mereka ke zona degradasi.
Gol pertama dicetak oleh Gabriel Silva pada menit ke-17, sementara brace kedua muncul di menit ke-53, menegaskan dominasi tuan rumah.
Tim tamu gagal mengembangkan permainan, sering terjebak dalam tekanan tinggi dan kehilangan peluang penting di area pertahanan.
Setelah hasil ini, Persis Solo berada di peringkat 16 klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 24 poin, kembali masuk zona merah.
Sebelum pertandingan, Laskar Sambernyawa mencatat tiga kemenangan dan lima hasil imbang dalam delapan laga terakhir, menumbuhkan harapan menghindari degradasi.
Pelatih Milomir Seslija mengakui kekecewaannya, menyatakan, “Ini adalah salah satu penampilan terburuk kami musim ini, semua pemain seperti mengalami hari yang buruk.”
Arema FC memanfaatkan transisi cepat, mengandalkan kecepatan sayap dan akurasi finishing Gabriel Silva untuk menguasai serangan.
Persis hanya mencatat tiga tembakan tepat sasaran, tanpa menghasilkan peluang emas maupun gol balasan.
Kiper Muhammad Riyandi menilai, “Kami harus belajar dari kekalahan ini dan memperbaiki koordinasi di lini belakang untuk pertandingan berikutnya.”
Di babak kedua, pelatih Seslija terlibat perdebatan singkat dengan playmaker Brasil, Dimitri Lima, setelah pemain tersebut tidak mengikuti instruksi taktis.
Kesalahan taktis terlihat jelas pada fase penguasaan bola, di mana tim gagal menembus pertahanan Arema meski memiliki tekanan tinggi.
Berikutnya, Persis Solo akan menghadapi Semen Padang FC pada pekan ke-29, pertandingan krusial untuk mengamankan poin demi menghindari zona relegasi.
Kemenangan Arema mengurangi jarak Persis dengan tim di zona aman, sementara persaingan di papan bawah semakin ketat.
Suporter Persis mengekspresikan kekecewaan di media sosial, menuntut perbaikan segera dari skuad dan strategi pelatih.
Seslija menegaskan fokus perbaikan pada konsistensi pertahanan, peningkatan akurasi tembakan, dan pemulihan moral pemain.
Dia menambahkan, “Kami harus menganalisis kesalahan ini secara detail agar dapat tampil lebih baik di laga berikutnya.”
Dengan 24 poin, Persis Solo masih berada di ambang zona degradasi, menandakan pentingnya setiap pertandingan ke depan.
Tim berkomitmen untuk bangkit, mengingat potensi pemain muda dan pengalaman pelatih veteran dalam mengatasi tekanan kompetisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan