Media Kampung – 14 April 2026 | Transformasi Rahmat dari winger ke striker bikin ngeri lawan, puji suporter Persib, menjadi sorotan utama laga Bali United melawan Persib Bandung pada Minggu, 12 April 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Perubahan posisi pemain senior berusia 37 tahun itu berhasil menimbulkan tekanan besar pada pertahanan tim tamu, menghasilkan tiga gol bagi tuan rumah.
Pelatih Johnny Jansen menurunkan Muhammad Rahmat sebagai striker utama, menggantikan peran tradisionalnya di sisi sayap. Keputusan taktikal itu diambil menjelang pekan ke-28 Liga 1 Indonesia, dengan harapan memanfaatkan kecepatan dan insting gol sang pemain.
Rahmat, yang bergabung dengan Bali United sejak 2020, sebelumnya lebih sering beroperasi sebagai penyerang sayap. Pada pertandingan melawan Persib, ia beralih ke posisi penyerang tengah dan mencatatkan dua gol serta satu assist.
Statistik pertandingan menunjukkan Rahmat mencatatkan 58 menit bermain sebelum digantikan oleh Boris Kopitovic. Selama periode tersebut, ia berhasil memperoleh 5 tembakan ke arah gawang, tiga di antaranya menguji kiper Persib.
Serangan Rahmat memaksa bek tengah Persib, Patricio Matricardi, melakukan tekel keras pada menit ke-65 yang berujung kartu kuning kedua, setara dengan kartu merah. Tekanan berulang dari striker Bali United akhirnya memaksa pertahanan Persib bekerja ekstra keras.
Laga berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Bali United di kandang mereka. Gol ketiga Bali United dicetak pada menit ke-78 melalui sundulan Rahmat setelah umpan silang dari sayap kanan.
“Saya sangat bangga dengan performa tim, terutama perubahan peran Rahmat yang sangat efektif,” ujar Johnny Jansen setelah pertandingan. “Kami akan terus mengoptimalkan taktik ini di laga berikutnya.”
Sejumlah suporter Persib mengakui kehadiran Rahmat sebagai ancaman serius, dengan salah satu pendukung menulis, “Transformasi Rahmat membuat kami terkesan, dia benar‑benar ngeri di depan gawang kami.”
Bali United kini menatap pertandingan selanjutnya melawan Malut United pada 19 April 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pelatih Jansen menegaskan bahwa fokus tim tetap pada peningkatan konsistensi serangan.
Rahmat menyatakan kesiapan untuk kembali berkontribusi, meski ia akan kembali menjadi starter atau pemain pengganti tergantung kebutuhan taktik. “Saya siap memberikan yang terbaik bila dipercaya lagi,” katanya.
Perubahan taktik Jansen menandai pergeseran paradigma penggunaan striker tradisional, menempatkan pemain yang lebih fleksibel seperti Rahmat di lini depan. Langkah ini diharapkan menambah variasi serangan Bali United.
Media lokal menilai langkah tersebut sebagai inovasi yang dapat memperkaya dinamika Liga 1, sementara suporter Bali United menyambut baik performa Rahmat. Reaksi positif ini memberi motivasi tambahan bagi tim.
Tim kini menjalani sesi latihan intensif menjelang laga melawan Malut United, dengan fokus pada penyempurnaan transisi cepat dan penempatan bola di kotak penalti. Kondisi fisik dan mental pemain dilaporkan dalam kondisi prima.
Dengan dukungan pelatih, pemain senior, dan sorotan publik, Bali United berusaha mengembalikan performa konsisten dan kembali ke jalur kemenangan dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan