Media Kampung – Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) F1 Spanyol 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya akan diramaikan oleh enam pembalap muda dari Formula 2. Mereka akan menggantikan pembalap utama tim masing-masing untuk mengumpulkan data dan pengalaman berharga. Langkah ini menjadi momentum penting bagi talenta masa depan untuk membuktikan kemampuan di sirkuit yang dikenal sebagai tolok ukur aerodinamika.

Di kubu Scuderia Ferrari, Dino Beganovic akan mengemudikan mobil milik Lewis Hamilton. Kejutan datang dari tim baru Cadillac yang menurunkan Colton Herta, bintang IndyCar dan F2, untuk menggantikan Sergio Perez. Juara bertahan F3 yang naik kelas ke F2, Leonardo Fornaroli, akan menggeber McLaren milik Lando Norris. Sementara itu, Luke Browning mengisi kokpit Williams milik Alex Albon, Frederik Vesti mengendarai Mercedes milik Andrea Kimi Antonelli, Paul Aron di Audi milik Nico Hulkenberg, dan Ayumu Iwasa menggantikan Isack Hadjar di Red Bull Racing.

Frederik Vesti mengaku sangat bersemangat menjalani FP1 pertamanya bersama Mercedes. “Saya akan bekerja sangat erat dengan tim sepanjang akhir pekan ini,” ujarnya. Leonardo Fornaroli, pembalap cadangan McLaren, juga tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Ini adalah sesi resmi Formula 1 pertama saya, sebuah momen yang sudah lama saya impikan. Fokus utama saya adalah membantu tim mengumpulkan data penting untuk persiapan balapan,” katanya.

Biaya untuk mengikuti FP1 tidaklah murah. Kesepakatan asuransi dan paket ban membuat biaya berkisar antara 200.000 hingga 500.000 Dolar AS (Rp3,2 miliar hingga Rp8 miliar) per sesi. Biaya ini biasanya ditanggung oleh program akademi pembalap, sponsor pribadi, atau investasi jangka panjang tim F1.

FIA menerapkan regulasi ketat untuk partisipasi pembalap F2 di FP1. Setiap tim wajib memberikan jatah FP1 minimal dua kali setahun kepada pembalap rookie yang belum balapan lebih dari dua kali di F1. Pembalap juga harus mengantongi Free Practice Super Licence dengan syarat minimal 25 poin Super Licence dalam tiga tahun terakhir atau enam balapan di F2.

Kombinasi aturan FIA, ambisi pembalap muda, dan kebutuhan tim untuk menguji mobil menjadikan FP1 Spanyol 2026 sebagai tontonan menarik. Performa para pembalap F2 di Barcelona akan menjadi indikator valid peta kekuatan masa depan Formula 1.