Media Kampung – San Jose Earthquakes harus menerima kekalahan 3-2 dari FC Dallas setelah kebobolan gol di menit ke-93 dalam laga yang berlangsung di PayPal Park, Sabtu malam. Gol kemenangan FC Dallas dicetak oleh Sam Sarver yang memanfaatkan umpan dari Kaick dan berhasil melewati kiper Daniel dengan tembakan ke pojok kiri bawah gawang.
Kekalahan ini menambah catatan buruk Earthquakes yang kini sudah empat pertandingan tanpa kemenangan dengan dua kekalahan dan dua hasil imbang. Pelatih San Jose, Bruce Arena, menyampaikan protes terkait keputusan wasit Chris Penso yang tidak memberikan pelanggaran pada momen sebelum gol Sarver tercipta, ketika pemain FC Dallas, Logan Farrington, menjatuhkan Ronaldo Vieira saat keduanya berebut bola.
Arena juga mempertanyakan penggunaan VAR yang menurutnya tidak konsisten karena hanya digunakan untuk mengkaji kartu kuning pemain Benji Kikanovic di menit ke-85, namun tidak digunakan untuk meninjau gol penentu kemenangan. “Penggunaan VAR sangat membingungkan malam ini,” ujar Arena.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, San Jose sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol perdana Reid Roberts di MLS pada menit ke-81. Sebelumnya, FC Dallas unggul 2-1 setelah Petar Musa mencetak gol keduanya musim ini pada menit ke-49. Gol pembuka Earthquakes dicetak oleh putra daerah, Beau Leroux, di menit ke-19.
Namun, titik lemah Earthquakes terlihat dari awal babak pertama dan kedua yang lambat. Mereka kebobolan gol cepat di 54 detik awal babak pertama akibat kesalahan penguasaan bola, dan kembali tertinggal setelah gol Musa di awal babak kedua yang memanfaatkan umpan dari Herman Johansson.
San Jose yang tengah mengalami sejumlah cedera, termasuk absennya Timo Werner dan Niko Tsakiris yang menjalani operasi, terus menekan dengan sembilan tendangan sudut dan 13 percobaan tembakan sebelum gol Roberts. Meski begitu, tekanan tersebut tidak cukup untuk mengamankan poin di kandang sendiri dengan dukungan penuh 18 ribu penonton.
Gol penentu kemenangan FC Dallas sempat memicu reaksi negatif dari sebagian suporter yang melemparkan minuman ke arah pemain lawan. Sarver yang menerima lemparan tersebut sempat meneguk bir dari kaleng yang dilemparkan sebelum membuangnya.
Kekalahan ini menandai penurunan performa Earthquakes setelah sebelumnya tampil impresif dengan 11 kemenangan dari 12 pertandingan. Mereka kini harus segera bangkit pada laga berikutnya untuk menghentikan tren negatif dan kembali ke jalur positif di kompetisi MLS.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan