Media Kampung – Shayne Pattynama menegaskan kegairahannya menjelang El Clasico perdana melawan Persib Bandung, sambil menekankan kepercayaan diri Persija Jakarta untuk mengamankan tiga poin penting di kandang.

Persija baru saja mencatat kemenangan 2-0 atas Persijap Jepara pada pekan ke-31 Super League 2025/2026, dengan hasil bersih yang diraih di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin 4 Mei 2026.

Kemenangan tersebut memberikan modal moral bagi tim, terutama karena pertahanan berhasil menjaga clean sheet dan mengontrol alur permainan sepanjang laga.

Setelah laga tersebut, Shayne Pattynama, yang bergabung dengan Persija pada pertengahan musim, menegaskan bahwa hasil positif tersebut meningkatkan kepercayaan diri seluruh skuad menjelang pertemuan klasik.

Dia mengatakan, “Saya rasa kemenangan ini sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri kami, terutama dengan catatan clean sheet yang kami dapatkan,” ujar Shayne dalam konferensi pers pasca pertandingan.

El Clasico antara Persija dan Persib dijadwalkan pada Minggu 20 Mei 2026, pukul 15.30 WIB, di Jakarta International Stadium, namun panitia pelaksana masih mengupayakan pemindahan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Ferry Indrasjarief, ketua panpel Persija, mengaku berkoordinasi dengan otoritas stadion untuk menjamin fasilitas terbaik bagi suporter kedua kubu.

Sumber resmi Bolasport.com menegaskan bahwa upaya tersebut sedang dalam tahap finalisasi, sehingga jadwal dan tempat pertandingan tetap dapat berubah hingga hari H.

Persib saat ini memimpin klasemen Liga Indonesia dengan 72 poin, sementara Persija berada di posisi ketiga dengan 65 poin, menjadikan laga ini penting bagi perburuan gelar.

Shayne Pattynama menambahkan, “Kami tahu betapa besar arti pertandingan ini bagi suporter dan tim. Kami percaya kualitas kami cukup untuk merebut tiga poin.”

Ia juga menyebutkan pengalaman menonton rivalitas Persija-Persib sejak kariernya di luar negeri, termasuk menyaksikan laga perdana musim ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Januari, di mana Persija kalah 0-1.

“Saya mengamati emosi dan intensitas laga pertama. Itu menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk membantu tim mengubah hasil di pertemuan selanjutnya,” ujar Shayne.

Latihan intensif menjelang pertandingan melibatkan simulasi situasi serangan balik dan pertahanan zona, dengan fokus pada kecepatan transisi yang menjadi keunggulan Persija musim ini.

Pelatih Persija menekankan pentingnya konsistensi taktik, mengingat Persib dikenal mengandalkan serangan sayap cepat dan pressing tinggi di lini tengah.

Data statistik yang dirilis oleh mediakampung.com menunjukkan bahwa Persija mencatat rata-rata penguasaan bola 58% dalam lima pertandingan terakhir, sementara Persib menguasai bola 55% pada lima laga terdekat.

Kedua tim diperkirakan akan menurunkan susunan pemain inti, dengan Shayne Pattynama menempati posisi bek kanan dan mengawasi lini pertahanan melawan penyerang utama Persib.

Menurut laporan resmi Persija, tim medis telah menyiapkan program pemulihan khusus untuk pemain yang mengalami kelelahan setelah jadwal padat pekan ke-31.

Dengan atmosfer El Clasico yang selalu memicu semangat tinggi suporter, keamanan stadion menjadi prioritas, dan kepolisian setempat telah menyiapkan tim pengamanan khusus.

Jika Persija berhasil meraih kemenangan, mereka dapat menutup jarak poin dengan pemuncak klasemen, sekaligus menambah tekanan pada Persib yang ingin mempertahankan posisi puncak.

Sejauh ini, persiapan mental dan taktik tim tampak matang, dan Shayne Pattynama menutup wawancara dengan harapan, “Kami siap memberikan penampilan terbaik di laga ini, demi kebanggaan klub dan para pendukung.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.