Media Kampung – Grêmio Palestino berakhir 0‑0 di La Cisterna, menambah tekanan pada Grêmio di fase grup Copa Sul‑Americana, menuntut perbaikan teknis serta komunikasi. Pertandingan berlangsung pada 30 April 2026 dan menjadi titik krusial bagi tim Brasil yang kini berada pada posisi menengah klasemen grup.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, namun kedua sisi gagal menciptakan peluang jelas hingga babak pertama berakhir. Kesempatan pertama Grêmio muncul pada menit ke-23 melalui serangan sayap kiri, tetapi bola berhasil dibersihkan oleh kiper Sebastián Pérez.
Pada menit ke-57, Grêmio memperoleh tendangan bebas di area penalti yang menghasilkan tendangan pertama Carlos Vinícius. VAR meninjau dan memerintahkan pengulangan karena kiper maju terlalu cepat, namun tendangan kedua juga tidak berhasil menembus jaring.
Kesempatan ketiga muncul pada menit ke-71, kembali dengan VAR yang memerintahkan pengulangan penalti. Vinícius mengeksekusi tembakan ketiga, tetapi bola meleset ke kiri tiang. Ketiga tendangan penalti berujung kegagalan, menambah tekanan mental pada skuad.
Usai kegagalan penalti, pelatih Luis Castro mengakui adanya kegagalan komunikasi di lapangan. \”Tidak dapat memberi perintah yang tepat kepada kapten, sehingga perubahan penalti tidak tersampaikan dengan baik,\” ujar Castro dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Castro menambahkan, \”Saya sudah mencoba memberi instruksi kepada kapten, namun tidak ada respons yang jelas. Kami harus memperbaiki alur komunikasi internal agar tidak terulang lagi,\” ia menegaskan perlunya penyesuaian taktik segera.
Pemain Carlos Vinícius mengaku meminta izin untuk mengeksekusi semua tiga penalti. \”Saya sudah mengutarakan keinginan saya sejak awal, namun keputusan akhir tetap di tangan tim,\” kata Vinícius dalam wawancara singkat.
Hasil imbang 0‑0 membuat Grêmio tetap berada di posisi ketiga grup dengan tiga poin, sementara Palestino menempati posisi kedua dengan empat poin. Kedua tim kini bersaing ketat untuk lolos ke fase knockout.
Jadwal pertandingan selanjutnya menuntut respons cepat dari Grêmio. Tim akan bertemu Athletico‑PR pada 2 Mei 2026 di Arena da Baixada untuk laga Campeonato Brasileiro, lalu kembali ke Copa Sul‑Americana melawan Deportivo Riestra pada 5 Mei 2026 di Argentina.
Jika Grêmio tidak memperbaiki eksekusi penalti dan koordinasi tim, risiko eliminasi dini di kompetisi kontinental akan semakin tinggi. Sebaliknya, kemenangan di laga berikutnya dapat membuka peluang kembali ke jalur knockout.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan