Media Kampung – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengungkapkan bahwa Grand Prix ke-25 dan ke-26 tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam performa balapan.
Ia menambahkan bahwa faktor utama yang memengaruhi hasil adalah kondisi cuaca dan strategi tim, bukan perubahan teknis besar.
Pernyataan tersebut muncul menjelang sesi uji coba Ducati yang direncanakan setelah akhir pekan balapan di Jerez, Spanyol.
Bagnaia mengatakan, “Kami merasakan paket mesin dan chassis hampir serupa, sehingga adaptasi pada trek selanjutnya tidak memerlukan penyesuaian drastis.”
Namun, insiden di GP Spanyol mengubah rencana tersebut, karena pembalap asal Italia terjatuh pada lap terakhir sprint race.
Kecelakaan tersebut menyebabkan luka ringan pada pergelangan tangan kanan, yang memaksa tim medis Ducati menahan penggunaan ban kering dalam sesi latihan berikutnya.
Akibat cedera, Bagnaia tidak dapat melakukan uji coba penuh pada upgrade elektronik terbaru yang dijanjikan untuk musim mendatang.
Tim Ducati menyatakan bahwa pengujian tetap akan dilanjutkan, namun dengan penyesuaian tempo untuk menghindari risiko cedera lebih lanjut.
Bagnaia menegaskan, “Saya tetap fokus pada pemulihan, karena kemampuan tim untuk mengembangkan motor tidak bergantung pada satu sesi uji coba saja.”
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi performa antara GP25 dan GP26, yang bertepatan dengan agenda balapan di Malaysia dan Jepang.
Dalam konteks itu, pembalap menganggap bahwa stabilitas mesin menjadi kunci utama untuk meraih poin maksimal di sisa musim.
Data resmi MotoGP mencatat bahwa Bagnaia menempati posisi kedua klasemen sementara, hanya tertinggal tiga poin dari pemimpin.
Statistik tersebut mencerminkan performa konsisten sejak awal musim, meskipun beberapa balapan terpengaruh kondisi hujan.
Di Jerez, Marc Marquez berhasil mengamankan kemenangan sprint meski sempat terjatuh, mengalahkan rekan tim Ducati, Bagnaia, yang kembali berada di posisi kedua.
Keberhasilan Marquez menambah tekanan pada tim Ducati untuk mempercepat pengembangan motor baru.
Bagnaia menanggapi hal tersebut dengan menekankan pentingnya kerja tim dan kolaborasi antara insinyur dan rider.
“Kami tidak hanya bergantung pada satu pembalap, melainkan pada seluruh staf teknis yang bekerja keras setiap hari,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen Ducati menyatakan bahwa upgrade elektronik yang direncanakan mencakup sistem kontrol traksi yang lebih responsif.
Pengujian yang tertunda diperkirakan akan dilakukan pada sesi tes bebas di Mugello, Italia, pada akhir bulan ini.
Jadwal tersebut telah disetujui oleh otoritas MotoGP, dengan catatan bahwa semua pembalap harus memenuhi standar medis setelah kecelakaan.
Bagnaia mengaku telah menjalani serangkaian fisioterapi intensif untuk mempercepat pemulihan pergelangan tangan.
Ia menambahkan, “Saya merasa lebih baik setiap harinya, dan tim medis memberikan dukungan yang sangat profesional.”
Penggemar MotoGP di seluruh dunia menantikan penampilan Bagnaia di GP berikutnya, berharap ia dapat kembali menunjukkan kecepatan dan ketangguhan yang dikenal.
Kondisi cuaca diprediksi akan cerah di sirkuit selanjutnya, memberi peluang bagi Ducati untuk menguji performa motor dalam kondisi optimal.
Secara keseluruhan, Bagnaia tetap optimis bahwa meski GP25 dan GP26 tidak berbeda jauh, tim dapat memanfaatkan data tersebut untuk memperbaiki strategi balapan.
Ia menutup dengan harapan agar musim ini dapat berakhir dengan gelar juara dunia bagi Ducati dan dirinya sendiri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan