Media Kampung – Bos Dewa United, Jerry Hermawan Lo, mendorong pembentukan Yayasan Merah Putih Peduli Atlet dalam acara “Clash of Legends” yang berlangsung di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, pada 17 April 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh legenda sepak bola dunia dari Barcelona, antara lain Ronaldo Nazario, Patrick Kluivert, dan Rivaldo, yang turut menyaksikan inisiatif sosial sang pemilik klub.

Jerry menekankan bahwa karier atlet bersifat singkat dan banyak yang mengalami kesulitan ekonomi setelah pensiun, sehingga diperlukan dukungan khusus.

Ia menyebutkan contoh tragis mantan peraih medali Verawaty Fajrin yang terpaksa menjual raket kesayangannya untuk biaya pengobatan, serta atlet dayung Leni Haini yang hampir menjual emas SEA Games.

Kasus serupa juga melibatkan mantan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga, yang kariernya terhenti karena masalah kesehatan dan keuangan.

“Atlet Indonesia tidak boleh lagi hidup dalam nestapa di hari tuanya,” ujar Jerry dalam sambutan resmi, menambahkan bahwa ia siap berada di barisan depan untuk mewujudkan yayasan tersebut.

Sebagai langkah konkret, Jerry menyumbangkan Rp500 juta sebagai dana awal Yayasan Merah Putih Peduli Atlet dan meminta pengelolaan yang transparan untuk menyalurkan bantuan kepada atlet yang terlantar.

Ia juga mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pejabat militer dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, untuk berpartisipasi dalam program pendanaan dan pelaksanaan program kesejahteraan.

Selain bidang olahraga, Jerry menyoroti komitmen JHL Group dalam ketahanan pangan nasional melalui beasiswa bagi 1.000 mahasiswa agronomi yang akan menghasilkan tenaga kerja terampil.

Perusahaan juga sedang membangun pabrik pengolahan kelapa terpadu dengan target produksi tiga juta butir kelapa per hari, sebagai upaya mendukung swasembada pangan dan ekspor.

Jerry menegaskan keyakinannya bahwa dalam lima tahun ke depan Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial atlet.

Yayasan Merah Putih Peduli Atlet akan beroperasi secara independen, fokus pada pendataan atlet yang membutuhkan, penyediaan dana medis, dan program pelatihan keahlian pasca karier.

Pengelolaan dana akan diawasi oleh dewan independen yang melibatkan perwakilan pemerintah, organisasi olahraga, dan sektor swasta untuk memastikan akuntabilitas.

Peluncuran resmi yayasan dijadwalkan bersamaan dengan pertandingan eksibisi antara legenda dunia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 April 2026.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa proses perizinan telah selesai, dan tim operasional tengah menyusun mekanisme penyaluran bantuan kepada atlet yang terdaftar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.