Media KampungLaos penguasa Grup B di Piala AFF U-17 2026 setelah meraih tiga kemenangan penting yang menyingkirkan Thailand dan Filipina, memastikan tempat di semifinal turnamen bergengsi tersebut.

Turnamen berlangsung di Indonesia pada 13‑19 April 2026, dengan dua stadion utama, Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik dan Stadion Gelora Delta di Sidoarjo, menjadi saksi laga-laga menegangkan antar tim muda Asia Tenggara.

Grup B terdiri dari Laos, Myanmar, Filipina, dan Thailand; sebelum kompetisi, Laos tidak dianggap sebagai favorit, sementara Thailand dan Myanmar diprediksi menjadi pesaing utama untuk melaju ke babak berikutnya.

Pertandingan pembuka Laos melawan Myanmar berakhir imbang 0‑0 pada 14 April 2026 di Gelora Joko Samudro, dengan kedua tim menampilkan pertahanan ketat dan peluang terbatas di babak pertama.

Empat hari kemudian, Laos menumbangkan Filipina dengan skor 4‑3 di Gelora Delta, mencetak tiga gol pada paruh kedua setelah tertinggal satu gol pada jeda, menandai kebangkitan serangan tim.

Puncak penampilan Laos terjadi pada 18 April 2026, saat mereka mengalahkan Thailand 3‑2 di stadion yang sama, mencetak gol penentu pada menit ke-78 yang menutup keunggulan mereka.

Dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, Laos mengumpulkan tujuh poin, menempati posisi pertama di klasemen Grup B, sementara Thailand hanya mengumpulkan tiga poin dan tereliminasi dari kompetisi.

Pelatih Timnas Laos U-17, Supachai Klangkrasae, menyatakan, “Kami sangat senang bisa lolos ke semifinal. Fokus kami kini pada analisis lawan dan memastikan kebugaran pemain untuk tantangan berikutnya,” menegaskan kesiapan mental tim.

Di sisi lain, kegagalan Thailand memicu pengunduran diri pelatih Sirisak Yodyadthai, yang mengaku meminta maaf kepada publik sepak bola Thailand dan mengakui hasil di grup tidak memenuhi harapan.

Dengan hasil grup, Laos akan berhadapan dengan Malaysia, runner-up Grup A, di semifinal yang dijadwalkan pada 22 April 2026, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menantang strategi bertahan dan serangan cepat kedua tim.

Kemenangan ini menandai era baru bagi sepak bola usia muda Laos, menunjukkan peningkatan taktik dan kualitas pemain yang mampu bersaing melawan tim-tim tradisional di kawasan ASEAN.

Tim Laos kini tengah melakukan sesi pemulihan dan latihan intensif di Sidoarjo, dengan fokus pada kebugaran pemain kunci dan penyempurnaan pola serangan sebelum menjajal tiket final pada akhir pekan depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.