Media KampungShandong Taishan kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu tim terkuat di Liga Super China pada bulan April 2026, setelah mencatatkan serangkaian kemenangan konsisten.

Klub yang berbasis di Jinan ini telah berkompetisi sejak era profesionalisasi sepak bola Tiongkok dan kini berada di puncak klasemen dengan poin tertinggi.

Pada pekan ke-7, Shandong Taishan menumbangkan Hebei FC dengan skor 3-0, menambah tiga poin penting untuk memperlebar jarak dengan pesaing terdekat.

Gol pertama dicetak oleh penyerang tengah Wu Lei pada menit ke-12, diikuti dua gol tambahan dari gelandang ofensif Sun Jihai menjelang babak pertama selesai.

Tim akan menghadapi Shanghai Port pada laga selanjutnya yang dijadwalkan 25 April 2026 di stadion Hongkou, pertandingan yang diprediksi akan menjadi ujian berat bagi kedua tim.

Statistik individu menunjukkan Wu Lei kini memimpin daftar pencetak gol dengan 12 gol, sementara penjaga gawang Zhang Sipeng mencatatkan sembilan clean sheet musim ini.

Pelatih kepala Hao Wei menegaskan bahwa taktik pressing tinggi dan transisi cepat menjadi kunci utama strategi yang diterapkan sejak awal musim.

“Kami mengandalkan intensitas fisik dan kecepatan dalam menguasai bola, itu yang membuat kami mampu mendominasi lawan,” ujar Hao Wei dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Hebei.

Namun, skuad harus mengatasi beberapa cedera, termasuk pemain sayap Li Xiaolong yang diperkirakan absen hingga pertengahan Mei karena masalah otot.

Kontribusi pemain asing juga signifikan, terutama bek asal Brazil, Lucas Silva, yang telah memberikan stabilitas pertahanan serta mencetak dua gol dari tendangan bebas.

Program akademi muda Shandong terus menghasilkan talenta lokal, dengan tiga pemain U-21 dipanggil ke skuad utama sebagai pengganti pemain yang cedera.

Secara finansial, klub mencatatkan peningkatan pendapatan sponsor sebesar 15% dibandingkan musim lalu, berkat kerja sama dengan perusahaan teknologi domestik.

Suporter Taishan, yang dikenal dengan sebutan “Blue Army”, terus memberikan dukungan suara keras di setiap laga, menciptakan atmosfer intimidatif bagi lawan.

Rivalitas klasik melawan Jiangsu Suning kembali terbangun ketika kedua tim bertemu di babak akhir pekan lalu, meskipun Suning kalah tipis 1-2.

Saat ini, Shandong Taishan menempati peringkat pertama dengan 22 poin, unggul tiga poin dari tim terdekat, Jiangsu Suning.

Perbandingan statistik menunjukkan Shandong mencetak rata-rata 2,1 gol per pertandingan, sementara hanya kebobolan 0,5 gol, menandakan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Ke depan, klub menargetkan gelar juara domestik serta lolos ke fase grup AFC Champions League, dengan ambisi memperkuat reputasi internasional.

Dalam konteks sepak bola Tiongkok, dominasi Shandong Taishan menandai pergeseran kekuatan ke wilayah timur, seiring peningkatan investasi dan profesionalisme liga.

Dengan jadwal yang padat, manajemen mengoptimalkan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran, memastikan performa puncak menjelang penutup musim.

Sejauh ini, Shandong Taishan berada dalam kondisi terbaik, siap menantang semua rintangan dan mempertahankan kepemimpinan di Liga Super China.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.