Media Kampung – 12 April 2026 | Brimob Polri merayakan HUT Ke‑81 dengan menyelenggarakan Kejuaraan Menembak Internasional “Brimob X‑Treme” 2026, sebuah kompetisi tembak menembak tingkat dunia yang diadakan di Kompleks Polri Jenderal Sudirman, Jakarta. Acara ini menarik 475 penembak dari lebih dua puluh negara, menjadikannya salah satu ajang tembak menembak terbesar di Asia Tenggara tahun ini.
Kejuaraan dimulai pada tanggal 10 April 2026 dan berlangsung selama tiga hari, dengan serangkaian pertandingan dalam tiga disiplin utama: pistol 10 meter, senapan 300 meter, dan senapan serbu 5,56 mm. Setiap disiplin dilengkapi dengan tahapan kualifikasi, semifinal, dan final yang menuntut ketepatan serta konsistensi tinggi.
Para peserta dibagi dalam empat kategori umur, yaitu Junior (di bawah 21 tahun), Senior (21‑40 tahun), Veteran (di atas 40 tahun), dan Tim Nasional. Sistem skor mengacu pada standar International Shooting Sport Federation (ISSF), sehingga hasil kompetisi dapat dibandingkan secara global.
Fasilitas yang digunakan mencakup 12 lintasan tembak modern dengan sistem elektronik yang terhubung ke pusat data real‑time, memungkinkan penilaian otomatis dan transparansi penuh. Semua lintasan dilengkapi dengan sistem ventilasi dan kontrol kebisingan untuk menjaga kenyamanan atlet serta keamanan lingkungan sekitar.
Keamanan menjadi prioritas utama, dengan tim keamanan internal Brimob dan satuan TNI Angkatan Udara yang mengawal peralatan senjata serta memastikan tidak terjadi pelanggaran prosedur. Setiap penembak wajib mengikuti protokol pemeriksaan senjata dan memakai perlengkapan pelindung standar.
Hadiah utama bagi pemenang emas di masing‑masing disiplin mencapai Rp 150 juta, ditambah medali perak, perunggu, serta penghargaan khusus untuk penembak dengan rekor tercepat dan akurasi tertinggi. Semua hadiah diserahkan dalam upacara penutupan yang dihadiri pejabat tinggi Polri.
Komandan Brimob, Irjen Pol John R. Suryadi, menyatakan, “Kejuaraan Brimob X‑Treme tidak hanya memperkuat kemampuan menembak anggota kami, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dengan rekan‑rekan internasional.” Ia menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi sarana pertukaran teknik dan taktik menembak yang berharga.
Bagi Brimob, ajang ini menjadi wujud nyata komitmen terhadap peningkatan profesionalisme pasukan khusus, sekaligus menegaskan peran strategis unit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Penembakan yang presisi dianggap sebagai salah satu kemampuan inti yang harus dikuasai oleh setiap anggota.
Sejarah menembak kompetitif di Polri berawal sejak tahun 1970-an, namun HUT ke‑81 menandai transformasi besar dengan melibatkan peserta internasional secara luas. Langkah ini sejalan dengan program modernisasi Polri yang menargetkan peningkatan standar operasional hingga 2030.
Kerjasama dengan federasi menembak dunia serta kedutaan besar negara peserta memungkinkan pertukaran pelatihan, pembinaan teknis, dan pembiayaan bersama. Negara‑negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Brasil mengirimkan tim elit mereka, memperkaya tingkat persaingan.
Liputan media nasional dan internasional meliputi jaringan televisi, portal berita daring, serta kanal media sosial resmi Polri, yang menyiarkan siaran langsung pertandingan utama. Statistik penonton daring mencapai lebih dari 2,5 juta tampilan selama tiga hari kompetisi.
Pihak penyelenggara berencana menjadikan Brimob X‑Treme sebagai ajang tahunan, dengan target memperluas partisipasi hingga 600 penembak pada edisi 2027. Penambahan kategori baru, seperti menembak taktis dan simulasi medan tempur, sedang dalam tahap perencanaan.
Saat ini, semua peralatan telah dikembalikan ke penyimpanan, dan tim penyelenggara sedang menyiapkan laporan evaluasi untuk perbaikan di masa depan. Brimob Polri menegaskan komitmen untuk terus menyelenggarakan kompetisi yang menginspirasi generasi penembak muda serta memperkuat jaringan keamanan internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan