Media Kampung – 08 April 2026 | Pemkab Tulungagung menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas atlet woodball melalui program yang terukur dan berkelanjutan setelah pengurus Indonesia Woodball Association (IWBA) di Tulungagung resmi dilantik.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa menandai permulaan fase kerja nyata bagi pemerintah daerah dan asosiasi dalam mengembangkan cabang olahraga yang masih tergolong baru di wilayah ini.
Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung, Soeroto, menekankan bahwa seremonial pelantikan tidak cukup, melainkan harus diikuti langkah konkret berupa penyusunan rencana aksi, identifikasi bakat, serta alokasi sumber daya yang tepat.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan memberikan dukungan utama melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan lapangan latihan yang memadai, peralatan standar, serta pelatihan teknis yang dipandu oleh pelatih bersertifikat baik dari dalam maupun luar provinsi.
Dispora berencana menyiapkan program seleksi tahunan untuk menemukan potensi baru di kalangan pelajar, mahasiswa, serta anggota komunitas olahraga rekreasi.
Program seleksi akan melibatkan tes kemampuan dasar, penilaian fisik, serta observasi performa dalam kompetisi lokal yang akan dijadwalkan secara berkala.
Hasil seleksi akan dijadikan dasar dalam pembentukan tim pelatnas woodball yang akan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Soeroto menambahkan bahwa pembinaan berkelanjutan memerlukan monitoring berkala, evaluasi capaian, serta penyesuaian strategi sesuai dengan perkembangan atlet dan standar kompetisi global.
Untuk itu, IWBA Tulungagung akan menyusun kalender kompetisi internal, workshop teknik, serta klinik mental yang bertujuan meningkatkan ketahanan psikologis pemain.
Kerja sama dengan KONI diharapkan dapat membuka peluang beasiswa, dukungan logistik, serta akses ke program pembinaan nasional yang lebih luas.
Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan anggaran olahraga tahunan dengan alokasi khusus untuk woodball, memastikan keberlangsungan fasilitas dan program tanpa hambatan finansial.
Pada tahun ini, Tulungagung menargetkan peningkatan jumlah atlet terdaftar woodball minimal tiga puluh persen dibandingkan periode sebelumnya.
Target tersebut diharapkan dapat menghasilkan setidaknya dua atlet yang berpotensi meraih medali pada kejuaraan nasional dalam lima tahun ke depan.
Soeroto menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya bergantung pada kebijakan, melainkan pada sinergi antara pemerintah, asosiasi, pelatih, dan komunitas pemain.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif, termasuk sponsor lokal, media, serta lembaga pendidikan yang dapat menyediakan arena kompetisi.
Dengan dukungan tersebut, woodball di Tulungagung diharapkan tumbuh menjadi cabang olahraga yang produktif, mampu menambah prestasi daerah serta meningkatkan citra sportivitas.
Pemerintah Kabupaten berjanji akan melaporkan progres pembinaan secara transparan melalui laporan triwulanan yang dapat diakses publik.
Upaya berkelanjutan ini mencerminkan visi Tulungagung untuk menjadi pusat pengembangan olahraga alternatif yang berdaya saing tinggi di tingkat regional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan