Catatan impresif tersebut bahkan diakui juara dunia bertahan Marc Marquez. Pembalap Ducati itu menilai Bezzecchi memang layak disebut favorit untuk sementara waktu, meski situasi masih bisa berubah jelang sesi penentuan.
Namun, Marco Bezzecchi justru merendah. Ia menilai Marquez tetap menjadi kandidat terkuat karena diyakini belum mengeluarkan performa terbaiknya. Bezzecchi memperkirakan Marquez akan tampil jauh lebih cepat pada sesi Sabtu dan Minggu.
Pada sesi Practice, Marquez finis kedua di belakang Bezzecchi. Meski demikian, ia sempat berada di luar 10 besar pada sebagian besar paruh awal sesi karena lebih fokus melakukan penyesuaian setelan balap menggunakan ban bekas.
Marquez mengungkapkan dirinya belum sepenuhnya bugar akibat cedera bahu yang dialami saat kecelakaan di GP Indonesia empat bulan lalu. Operasi kedua yang dijalani pada Desember masih menyisakan dampak, terutama ketika melakukan pengereman keras dan saat menahan beban motor di tikungan kanan.
Kondisi tersebut membuatnya memilih menggunakan paket aerodinamika 2024 pada motornya demi mendapatkan handling yang lebih ringan. Ia juga mengakui masih harus menyesuaikan gaya balapnya agar lebih nyaman di atas Desmosedici GP26.
Marquez menilai ketertinggalannya dari Bezzecchi bukan disebabkan performa motor, melainkan faktor dirinya sendiri yang belum optimal. Ia merasa belum mampu mengikuti kecepatan Bezzecchi dan menyebut perlu meningkatkan performa pribadi.
Situasi semakin menegangkan ketika awan gelap sempat menggantung di atas Buriram pada pertengahan sesi Practice. Sejumlah pembalap langsung mengganti strategi untuk memburu waktu terbaik sebelum hujan turun. Ducati disebut sedikit terlambat merespons perubahan kondisi tersebut karena Marquez sudah memasuki zona pengereman tikungan 12 saat instruksi diberikan.
Beruntung, hujan yang diperkirakan turun deras hanya berupa beberapa tetes dan tidak memengaruhi daya cengkeram lintasan secara signifikan. Marquez mampu memperbaiki posisinya ke dalam lima besar sebelum melakukan time attack terakhir yang membawanya finis di posisi kedua sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.
Di sisi lain, Bezzecchi memanfaatkan kondisi lintasan yang tetap kering untuk mencetak rekor lap baru di penghujung sesi. Performa Aprilia pada Jumat memang terlihat menonjol dibanding para rivalnya.
Meski demikian, Marquez menegaskan fokus utamanya adalah memperbaiki diri. Ia mengakui belum berkendara secara otomatis seperti biasanya dan masih membutuhkan adaptasi. Menurutnya, kunci menghadapi Bezzecchi bukan pada pengembangan motor, melainkan peningkatan performa pribadi.
Dominasi Bezzecchi pada Jumat menjadi sinyal kuat jelang kualifikasi dan balapan. Namun, dengan pengalaman dan mental juara yang dimiliki Marquez, persaingan di Buriram dipastikan belum akan berakhir sebelum lampu start padam pada race day.
Marco Bezzecchi tampil dominan pada hari pertama MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2/2026). Pembalap Aprilia itu menjadi yang tercepat dalam dua sesi awal sekaligus memecahkan rekor lap, membuatnya dijagokan untuk kualifikasi hingga balapan.
Catatan impresif tersebut bahkan diakui juara dunia bertahan Marc Marquez. Pembalap Ducati itu menilai Bezzecchi memang layak disebut favorit untuk sementara waktu, meski situasi masih bisa berubah jelang sesi penentuan.
Namun, Marco Bezzecchi justru merendah. Ia menilai Marquez tetap menjadi kandidat terkuat karena diyakini belum mengeluarkan performa terbaiknya. Bezzecchi memperkirakan Marquez akan tampil jauh lebih cepat pada sesi Sabtu dan Minggu.
Pada sesi Practice, Marquez finis kedua di belakang Bezzecchi. Meski demikian, ia sempat berada di luar 10 besar pada sebagian besar paruh awal sesi karena lebih fokus melakukan penyesuaian setelan balap menggunakan ban bekas.
Marquez mengungkapkan dirinya belum sepenuhnya bugar akibat cedera bahu yang dialami saat kecelakaan di GP Indonesia empat bulan lalu. Operasi kedua yang dijalani pada Desember masih menyisakan dampak, terutama ketika melakukan pengereman keras dan saat menahan beban motor di tikungan kanan.
Kondisi tersebut membuatnya memilih menggunakan paket aerodinamika 2024 pada motornya demi mendapatkan handling yang lebih ringan. Ia juga mengakui masih harus menyesuaikan gaya balapnya agar lebih nyaman di atas Desmosedici GP26.
Marquez menilai ketertinggalannya dari Bezzecchi bukan disebabkan performa motor, melainkan faktor dirinya sendiri yang belum optimal. Ia merasa belum mampu mengikuti kecepatan Bezzecchi dan menyebut perlu meningkatkan performa pribadi.
Situasi semakin menegangkan ketika awan gelap sempat menggantung di atas Buriram pada pertengahan sesi Practice. Sejumlah pembalap langsung mengganti strategi untuk memburu waktu terbaik sebelum hujan turun. Ducati disebut sedikit terlambat merespons perubahan kondisi tersebut karena Marquez sudah memasuki zona pengereman tikungan 12 saat instruksi diberikan.
Beruntung, hujan yang diperkirakan turun deras hanya berupa beberapa tetes dan tidak memengaruhi daya cengkeram lintasan secara signifikan. Marquez mampu memperbaiki posisinya ke dalam lima besar sebelum melakukan time attack terakhir yang membawanya finis di posisi kedua sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.
Di sisi lain, Bezzecchi memanfaatkan kondisi lintasan yang tetap kering untuk mencetak rekor lap baru di penghujung sesi. Performa Aprilia pada Jumat memang terlihat menonjol dibanding para rivalnya.
Meski demikian, Marquez menegaskan fokus utamanya adalah memperbaiki diri. Ia mengakui belum berkendara secara otomatis seperti biasanya dan masih membutuhkan adaptasi. Menurutnya, kunci menghadapi Bezzecchi bukan pada pengembangan motor, melainkan peningkatan performa pribadi.
Dominasi Bezzecchi pada Jumat menjadi sinyal kuat jelang kualifikasi dan balapan. Namun, dengan pengalaman dan mental juara yang dimiliki Marquez, persaingan di Buriram dipastikan belum akan berakhir sebelum lampu start padam pada race day.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






