Media Kampung, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan sejumlah fly over di Kabupaten Muaraenim untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan kelancaran transportasi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin Rapat Progres Percepatan Pembangunan Fly Over di Kabupaten Muaraenim di Griya Agung, Palembang, Kamis (09 Oktober 2026).

Dalam rapat tersebut, Herman Deru mengapresiasi berbagai pihak yang telah menyampaikan perkembangan pembangunan. Ia menilai progres yang telah dicapai menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian proyek. “Terima kasih semua pihak yang sudah datang dan mengikuti rapat hari ini. Kita sudah mendengar berbagai penjelasan terkait progres pembangunan. Saya senang karena sudah banyak progres. Yang terpenting adalah spirit untuk mempercepat, itu poinnya,” kata Herman Deru.

Menurut Herman Deru, percepatan pembangunan fly over menjadi kebutuhan penting bagi Sumsel, khususnya di wilayah yang terdampak tingginya aktivitas angkutan batu bara. Ia mengatakan, Sumsel merupakan salah satu daerah dengan aktivitas angkutan batu bara yang tinggi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi sumber daya alam tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat dan kelancaran transportasi umum.

Herman Deru menyebut komitmen tersebut telah dibangun sejak awal kepemimpinannya melalui penerbitan Pergub Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 tentang angkutan batu bara. Kebijakan itu kemudian diarahkan untuk mendorong penggunaan jalan khusus dan jalur kereta api sebagai bagian dari solusi pengangkutan batu bara. “Begitu saya dilantik, saya berdiskusi dengan Prof. Erika. Satu minggu menjabat, lahir Pergub itu. Memang kemudian dikomplain, didemo, bahkan digugat sampai ke pengadilan dan Mahkamah Konstitusi. Alhamdulillah kita menang, dengan solusi batu bara diangkut melalui jalan khusus dan kereta api,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan fly over di sejumlah titik perlintasan sebidang kereta api merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi di wilayah sentra pertambangan. Keberadaan fly over diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, mengurangi hambatan perjalanan, serta memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini terdampak perlintasan kereta api dan aktivitas angkutan batu bara.

Herman Deru meminta seluruh pihak yang terlibat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kendala, termasuk administrasi dan pembebasan lahan. “Kalau administrasi satu tidak selesai, masalah ini tidak akan jalan. Semua pihak harus bekerja sama sampai ini selesai. Persoalan pembangunan ini berbeda-beda, tetapi kita harus taat dengan time schedule,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengganggu kelancaran arus transportasi masyarakat. Seluruh tahapan diminta berjalan sesuai jadwal sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan.