Media Kampung, Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Kanada dan Maroko di Houston Stadium diwarnai insiden panas antara bek Kanada Richie Laryea dan kapten Maroko Achraf Hakimi. Keduanya terlibat adu mulut setelah Hakimi mendorong Laryea pada menit-menit akhir babak pertama. Wasit Michael Oliver segera melerai dan memberikan kartu kuning kepada kedua pemain.

Kanada, yang tampil tanpa kapten Alphonso Davies sejak awal, sebenarnya memulai laga dengan agresif. Beberapa peluang tercipta di babak pertama, tetapi gagal dimanfaatkan. Sementara itu, Maroko yang menempati peringkat ketujuh FIFA, unggul 23 peringkat di atas Kanada, mampu bertahan dan menunggu momentum.

Pada babak kedua, Maroko memecah kebuntuan melalui gol tendangan bebas yang dieksekusi Hakimi dan diselesaikan oleh Azzedine Ounahi pada menit ke-50. Ounahi kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-82 memanfaatkan umpan Brahim Díaz. Soufiane Rahimi menutup kemenangan 3-0 pada menit akhir waktu tambahan.

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menyatakan bahwa timnya tidak lagi dianggap sebagai kejutan melainkan pesaing utama. Ini merupakan kali kedua Maroko melaju ke perempat final setelah sebelumnya menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal pada 2022. Maroko akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Paraguay di perempat final.

Sementara itu, gelandang Kanada Stephen Eustaquio mengaku bangga dengan perjuangan tim meski harus tersingkir. Ia berharap dukungan masyarakat Kanada terus mengalir untuk generasi muda sepak bola negerinya.