Media Kampung – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menetapkan geng kriminal asal Ekuador, Chone Killers, sebagai organisasi teroris asing. Pengumuman ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis (27/6/2026), menandai langkah terbaru Washington dalam memerangi kejahatan narkoba dan kekerasan di kawasan Amerika Latin.

Alasan Penetapan

Dalam pernyataannya, Rubio menyebut Chone Killers telah melakukan serangkaian serangan brutal yang menargetkan warga sipil, petugas penegak hukum, dan pejabat pemerintah. Kelompok ini bahkan disebut terlibat dalam pembunuhan pejabat publik tingkat tinggi. Rekam jejak kekerasan yang luas menjadi dasar utama pencapakan status teroris asing tersebut.

Selain ditetapkan sebagai organisasi teroris asing, Chone Killers juga masuk dalam daftar teroris global. Konsekuensinya, para pemimpin dan siapa pun yang terkait dengan geng ini dapat dikenai sanksi ekonomi AS serta penuntutan pidana federal.

Dukungan untuk Ekuador

Rubio menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan terus bekerja sama dengan Ekuador dan Presiden Daniel Noboa untuk melindungi kawasan dari peredaran narkoba ilegal. “Kami akan mengganggu aliran pendapatan yang mendanai teroris narkoba yang melakukan kekerasan,” ujar Rubio. Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS yang lebih luas untuk memerangi kartel narkoba di Amerika Latin.

Perubahan Wajah Ekuador

Ekuador, yang dulunya dikenal sebagai salah satu negara teraman di Amerika Selatan, kini menjelma menjadi pusat perdagangan kokain utama. Negara ini dilanda oleh geng-geng kriminal yang memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba Meksiko dan Kolombia. Presiden Noboa, sekutu setia Trump, telah memberlakukan jam malam dan mengerahkan militer ke beberapa provinsi untuk menindak kelompok-kelompok kriminal tersebut. Langkah tegas ini mendapat dukungan penuh dari AS.

Langkah Serupa untuk Geng Lain

Penetapan Chone Killers sebagai organisasi teroris bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pemerintahan Trump juga menetapkan sejumlah geng dan kartel narkoba Amerika Latin lainnya sebagai organisasi teroris, termasuk Tren de Aragua dari Venezuela dan kartel Sinaloa dari Meksiko. Kebijakan ini menunjukkan komitmen AS dalam memberantas kejahatan lintas batas yang mengancam keamanan regional.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.