Media Kampung – Pihak Ruben Onsu telah menerima undangan pertemuan dari Sarwendah terkait polemik hak asuh anak yang belum menemukan titik sepakat. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengonfirmasi penerimaan undangan tersebut, namun mengungkapkan bahwa undangan tidak mencantumkan waktu dan tempat secara detail.
Minola menyatakan bahwa pihaknya diberikan waktu lima hari untuk merespons undangan tersebut. Karena tidak ada spesifikasi tanggal dan lokasi, tim Ruben mengasumsikan mereka diminta untuk menentukan jadwal pertemuan. Setelah berdiskusi dengan Ruben Onsu, Minola mengusulkan pertemuan baru dapat terealisasi pada Juli 2026.
Alasan penundaan tersebut adalah jadwal kerja Ruben yang padat sepanjang Juni 2026. Selain itu, Ruben Onsu dijadwalkan menjalani ibadah umrah pada 22 Juni hingga akhir bulan yang sama. “Semoga pertemuan itu bisa dilakukan di bulan Juli dan bisa menghasilkan keputusan terbaik untuk kedua belah pihak,” ujar Minola.
Dalam pertemuan nanti, Ruben Onsu berharap dapat membahas dua isu utama. Pertama, haknya untuk bertemu dengan anak sesuai kesepakatan dalam Akta 39. Kedua, evaluasi kembali biaya nafkah anak yang selama ini dibayarkan. Minola menegaskan bahwa tidak semua tagihan dapat dibebankan kepada Ruben, terutama jika tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan anak.
“Selama ini Ruben membayar karena berpikir semua itu bermanfaat untuk anak-anaknya. Tapi faktanya, klien kami malah dipersulit bertemu anak,” jelas Minola. Polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih berlanjut, dan pertemuan Juli mendatang diharapkan membawa solusi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan