Media Kampung – Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengajak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih berada di hutan untuk kembali ke pangkuan NKRI. Ajakan ini disampaikan sebagai upaya bersama membangun Papua yang damai dan sejahtera.
“Pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut serta membangun kampung halamannya,” kata Riyanto dalam keterangannya, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa TNI siap mendampingi masyarakat mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Papua bersama-sama, kita semua TNI siap mendampingi masyarakat mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul kembalinya delapan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVNK ke pangkuan NKRI di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Dalam prosesi yang berlangsung di Lapangan Distrik Kiwirok pada Rabu, 10 Juni 2026, kedelapan anggota tersebut secara sukarela menyerahkan senjata dan bendera Bintang Kejora yang selama ini mereka miliki.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta ratusan warga dari wilayah Kiwirok. Riyanto menilai momentum ini membawa harapan baru bagi masyarakat di 12 kampung yang tersebar di Distrik Kiwirok.
“Warga 12 kampung yang tersebar di Kiwirok menyambut momentum tersebut dengan penuh harapan. Suasana khidmat terasa sejak lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersama. Ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih sejahtera,” katanya.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bendera Bintang Kejora secara sukarela oleh delapan anggota TPNPB-OPM. Mereka juga menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan setia kepada NKRI, mencium Sang Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang dimiliki.
Menurut Riyanto, langkah tersebut menjadi simbol keberanian untuk meninggalkan konflik dan memilih jalan damai demi masa depan yang lebih baik. “Tindakan tersebut menjadi simbol keberanian untuk menutup lembaran lama dan memilih jalan damai sebagai masa depan yang lebih bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi keamanan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang. Ia menegaskan bahwa pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung di wilayah tersebut.
“Pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung di wilayahnya,” ujar Abdeus.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan