Media Kampung – Pemerintah Indonesia telah meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program pendidikan berasrama gratis ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan total 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan yang terlibat.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan formal berbasis asrama yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial. Tujuan utamanya adalah memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, mengurangi angka putus sekolah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok rentan. Program ini dikukuhkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025 sebagai bagian dari pemberantasan kemiskinan ekstrem.
Distribusi Lokasi Sekolah Rakyat
Berdasarkan data dari Sekretariat Kabinet, sebanyak 70 titik Sekolah Rakyat berada di Pulau Jawa, menjadikannya wilayah dengan konsentrasi terbanyak. Di luar Jawa, Sumatra memiliki 35 titik, Sulawesi 28 titik, Kalimantan 13 titik, Maluku 7 titik, Bali dan Nusa Tenggara 7 titik, serta Papua 6 titik.
Pemerintah memastikan seluruh hak dasar siswa terpenuhi secara gratis, meliputi kebutuhan pribadi, makan, seragam, perlengkapan sekolah, fasilitas pembelajaran seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan laptop. Asrama, rumah susun guru, tempat ibadah, gedung serbaguna, serta sarana olahraga juga disediakan tanpa biaya. Kesehatan siswa dipantau secara berkala.
Kurikulum dan Pendekatan Pembelajaran
Sekolah Rakyat menggunakan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan kebutuhan anak prasejahtera. Kurikulum ini dipadukan dengan pembelajaran berbasis teknologi (LMS), pendidikan keterampilan hidup, dan pembentukan karakter. Pendekatan deep learning mendorong siswa memahami konsep secara kritis, bukan sekadar hafalan.
Selain itu, terdapat sistem fleksibel multi entry multi exit yang memungkinkan siswa putus sekolah masuk pada level tertentu. Rapor tidak hanya berisi evaluasi akademik, tetapi juga deskripsi minat, bakat, dan karakter siswa. Pendidikan holistik di lingkungan asrama menjadi bagian dari kurikulum tersembunyi untuk menanamkan kedisiplinan dan kemandirian.
Syarat dan Mekanisme Pendaftaran
Berbeda dengan sekolah umum, siswa tidak bisa mendaftar secara mandiri. Calon siswa harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kategori Desil 1 atau 2. Pendamping dari Kemensos atau Dinas Sosial setempat akan melakukan survei dan penjangkauan langsung. Setelah terjaring, calon siswa akan menjalani tes akademik.
Bagi masyarakat yang memiliki kerabat atau tetangga sesuai kriteria, pastikan keluarga tersebut terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui kelurahan atau desa setempat. Program ini juga memberikan bantuan sosial berkelanjutan bagi keluarga siswa di rumah.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan ijazah resmi yang diakui. Pemerintah menargetkan program ini terus diperluas untuk memutus rantai kemiskinan struktural antargenerasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan