Media Kampung – Jemaah haji Indonesia diimbau untuk kembali dari Tanah Suci dengan membawa perubahan perilaku yang positif dan berkontribusi dalam kehidupan sosial. Pesan ini disampaikan dalam khutbah wukuf Arafah pada 26 Mei 2026, mengingatkan bahwa haji bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum transformasi pribadi yang berdampak luas.

Khutbah yang disampaikan oleh K.H. Asep Saifuddin Chalim menegaskan pentingnya nilai-nilai seperti kesantunan, kejujuran, disiplin, dan toleransi yang harus dimiliki jemaah haji. Nilai-nilai ini dianggap krusial untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat setelah mereka kembali ke Indonesia.

Selain itu, haji juga dilihat sebagai sarana membangun keadaban dan peradaban yang lebih baik. Jemaah diharapkan menjadi agen perdamaian yang aktif menjaga persatuan bangsa. “Jemaah haji diharapkan pulang membawa perubahan perilaku yang lebih mulia,” tegas khutbah tersebut, menggarisbawahi bahwa perubahan ini harus memberi dampak nyata bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, jemaah juga diingatkan untuk selalu menjaga ketertiban dan kebersihan, mematuhi aturan yang berlaku, serta saling membantu sesama jemaah yang membutuhkan. Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan penuh selama pelaksanaan ibadah haji.

Khutbah wukuf juga menekankan bahwa oleh-oleh utama dari haji bukanlah sekadar cerita perjalanan atau barang bawaan, melainkan komitmen untuk terus menjaga persatuan, keberkahan, dan kemaslahatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan ini mengajak jemaah untuk menanamkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari selama ibadah haji ke dalam kehidupan sehari-hari di tanah air.

Penekanan pada perubahan perilaku sebagai hasil utama dari ibadah haji ini merupakan pengingat penting agar haji bisa menjadi sumber inspirasi dan kekuatan moral bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan membawa perubahan tersebut, jemaah haji diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun bangsa yang lebih harmonis dan beradab.

Dengan demikian, khutbah wukuf Arafah 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi sekaligus panggilan bagi seluruh jemaah haji Indonesia untuk meneguhkan niat dan komitmen dalam menerapkan nilai-nilai luhur yang diperoleh selama ibadah haji demi kemajuan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.