Media Kampung – Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah berhasil memanen kedelai dalam jumlah signifikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah. Program ini fokus memanfaatkan lahan tidur dan produktif di berbagai wilayah untuk meningkatkan produksi kedelai lokal dan mengurangi ketergantungan impor.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa panen kedelai yang dilakukan TNI AL di sejumlah daerah seperti Lampung dan Nganjuk, Jawa Timur, menunjukkan hasil yang menjanjikan. Di Lampung, dengan lahan seluas 30 hektare, panen kedelai mencapai hingga empat ton per hektare. Sementara di Nganjuk, pada lahan 400 hektare, hasil panen diperkirakan antara 1,5 hingga dua ton per hektare.

Program tanam kedelai ini dijalankan secara serentak oleh satuan kewilayahan TNI AL, termasuk Komando Daerah Maritim, Pangkalan TNI AL (Lanal), serta satuan Korps Marinir yang berada di bawah koordinasi Pusat Teritorial Angkatan Laut. Pendekatan ini tidak hanya melibatkan personel TNI AL, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama mengelola lahan dan menanam kedelai.

Menurut Tunggul, prajurit TNI AL khususnya Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator bagi warga dalam proses penanaman hingga panen. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang budidaya kedelai sehingga dapat mandiri dalam mengelola pertanian kedelai ke depannya.

Langkah ini merupakan implementasi arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan TNI AL untuk fokus pada produksi kedelai sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, Indonesia sangat bergantung pada impor kedelai mencapai 2,5 juta ton per tahun, yang sebagian besar merupakan bahan pakan ternak di negara asalnya. Dengan adanya program ini, TNI AL berupaya meningkatkan produksi kedelai lokal sehingga kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi secara mandiri.

Tunggul menambahkan bahwa hingga saat ini, kegiatan penanaman dan panen kedelai masih terus berlangsung di beberapa wilayah. Keberhasilan program ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat melalui hasil panen yang dapat dimanfaatkan langsung atau dijual.

Sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam mengelola lahan tidur serta produktif menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung swasembada pangan nasional. Program ini juga menjadi contoh nyata peran aktif prajurit TNI dalam membantu pemerintah mengatasi tantangan ketahanan pangan di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.