Media Kampung – Paul Scholes menyatakan satu pemain Arsenal menjadi penyebab utama masalah tim setelah pemain tersebut terus dipindahkan dari posisi aslinya. Pernyataan tersebut muncul dalam wawancara pasca pertandingan melawan Chelsea.

Scholes, mantan gelandang Manchester United, menilai taktik Chelsea yang menyingkirkan pelatih Liam Rosenior tak relevan dengan kritiknya terhadap Arsenal. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan peran pemain dengan keahlian masing‑masing.

Menurut Scholes, Arsenal telah kehilangan konsistensi sejak musim lalu karena beberapa pemain kunci dipaksa bermain di sayap atau lini bertahan. Hal ini mengurangi efektivitas serangan dan menambah beban pertahanan.

Dia menyoroti bahwa pemain yang dimaksud, yang biasanya beroperasi sebagai gelandang serang, kini sering ditempatkan di posisi sayap kiri. Penempatan tersebut tidak memanfaatkan visi serta kemampuan passingnya.

Scholes mengutip statistik pertandingan terakhir Arsenal, di mana tim mencatat hanya tiga gol dalam lima laga dan kebobolan enam kali. Statistik tersebut ia kaitkan dengan ketidaksesuaian posisi pemain utama.

“Jika pemain itu terus dipaksa bermain di luar perannya, Arsenal akan terus kehilangan poin,” ujar Scholes dalam konferensi pers. Kutipan itu menegaskan keprihatinannya terhadap keputusan taktik manajer.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sebelumnya menegaskan bahwa rotasi posisi merupakan upaya mengatasi cedera pemain. Namun Scholes berpendapat bahwa rotasi berlebih justru menurunkan kepercayaan diri pemain.

Dalam konteks Premier League, Scholes mengingatkan bahwa kompetisi menuntut konsistensi dan kejelasan peran. Ia menambah bahwa tim yang berhasil biasanya memiliki struktur posisi yang stabil.

Scholes juga menyinggung keputusan Chelsea untuk memecat Liam Rosenior sebagai contoh manajemen yang berani mengambil langkah drastis. Ia menyatakan bahwa keputusan serupa diperlukan di Arsenal untuk mengembalikan performa.

Arsenal kini berada di posisi menengah klasemen, dengan 34 poin setelah 18 pertandingan. Poin tersebut menempatkan mereka jauh dari zona Champions League.

Beberapa analis sepak bola menilai bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada satu pemain, melainkan pada pola permainan yang terlalu bergantung pada serangan cepat. Namun Scholes tetap menekankan pentingnya memanfaatkan pemain kunci di posisi yang tepat.

Sejak pernyataan tersebut, Arsenal dijadwalkan melawan Manchester United dalam pekan berikutnya, pertandingan yang dapat menjadi ujian bagi kebijakan taktik mereka. Kondisi terbaru menunggu hasil pertandingan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.