Media Kampung – 16 April 2026 | Taujihat MUI Dorong Perdamaian di Timur Tengah menjadi sorotan utama pada pertemuan Halal Bihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, 15 April 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh para ulama, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat yang bersama-sama membahas sepuluh poin taujihat untuk menumbuhkan perdamaian di kawasan konflik.

Sepuluh poin tersebut mencakup seruan untuk menegakkan keadilan, menolak segala bentuk kekerasan, serta menekankan pentingnya dialog antaragama dan antarnegara.

Poin pertama menekankan perlunya umat Islam berdoa secara kolektif untuk terciptanya kedamaian yang lestari di wilayah Timur Tengah yang dilanda perang.

Poin kedua secara tegas mengutuk setiap tindakan terorisme dan agresi militer, menegaskan bahwa Islam melarang pembunuhan tanpa alasan yang sah.

Poin ketiga menyerukan kepada pemimpin negara-negara Muslim untuk menjadi perantara damai, memperjuangkan gencatan senjata, dan membantu proses mediasi internasional.

Poin keempat menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam di seluruh dunia, menghindari perpecahan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menghasut.

Poin kelima mengingatkan umat untuk menegakkan nilai keadilan sosial, menyediakan bantuan kemanusiaan kepada korban, serta menolak diskriminasi berbasis agama atau etnis.

Poin keenam mengajak media untuk menyampaikan informasi yang objektif, menghindari penyebaran provokasi yang dapat memperburuk ketegangan.

Poin ketujuh menekankan perlunya pendidikan damai di sekolah dan masjid, mengajarkan nilai toleransi sejak dini.

Poin kedelapan mengajak lembaga keagamaan lintas negara untuk mengadakan forum dialog, memperkuat kerja sama dalam menanggulangi radikalisme.

Poin kesembilan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam proses perdamaian, baik sebagai mediator maupun penyokong kebijakan kemanusiaan.

Poin kesepuluh menyerukan kepada komunitas internasional untuk memberikan dukungan kemanusiaan yang adil dan tidak bersyarat, sehingga korban konflik dapat memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Ma’ruf Amin menyatakan, “Kami menegaskan komitmen Islam untuk menolak segala bentuk kekerasan dan menumbuhkan perdamaian yang hakiki di Tanah Suci, Palestina, serta seluruh wilayah Timur Tengah.”

Seruan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik Israel‑Palestina yang telah menelan ratusan korban jiwa sejak awal bulan ini, serta ketegangan yang meluas ke Yaman, Suriah, dan Libanon.

MUI menekankan bahwa dukungan moral dan material dari umat Islam global menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses perdamaian, sekaligus mengurangi penderitaan penduduk sipil.

Dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan dialog, taujihat MUI diharapkan menjadi landasan moral bagi para pemimpin dunia dalam mencari solusi yang berkelanjutan.

Hingga akhir April 2024, situasi di wilayah tersebut masih tegang, namun muncul tanda-tanda perundingan yang lebih konstruktif antara pihak-pihak yang berkonflik, menandakan harapan kecil bagi terciptanya perdamaian yang hakiki.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.