Media Kampung – 10 April 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingatkan warganya tentang potensi hujan lebat pada 10 April serta ancaman kekeringan yang diproyeksikan akan meluas mulai Mei.
BMKG memprediksi cuaca pada hari Jumat berawan dengan hujan ringan di 27 kabupaten, sementara daerah tertentu dapat mengalami hujan deras secara sporadis, sehingga masyarakat diminta memantau informasi terkini.
Kota Mojokerto khususnya diperingatkan akan kemungkinan hujan petir, sehingga penduduk diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berisiko.
Secara umum, curah hujan diperkirakan turun dari pagi hingga malam dengan intensitas yang dapat berubah menjadi lebat di beberapa wilayah, kata sumber lokal.
BMKG juga menambahkan bahwa musim kemarau akan memperpanjang dirinya pada awal Mei, dengan lebih dari setengah wilayah provinsi terkena, dan mencapai puncaknya pada Agustus yang meliputi sekitar 70% area.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa masa kering yang lebih lama dapat membahayakan hampir satu juta hektar sawah, khususnya yang mengandalkan curah hujan.
Dia menjelaskan bahwa sekitar 56% lahan sawah sudah menunjukkan tanda stres air, dan angka tersebut dapat naik menjadi 77% pada puncak musim kemarau.
Pemerintah provinsi telah memulai pemetaan desa rawan kekeringan serta menyiapkan langkah-langkah manajemen air untuk mengurangi dampak.
Langkah tersebut meliputi penguatan waduk, pembangunan embung baru, dan distribusi air bersih menggunakan truk tangki ke area kritis.
Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, sistem peringatan dini dipasang di zona rawan, mengingat vegetasi yang mengering meningkatkan risiko karhutla.
Tim respons cepat, baik darat maupun udara, juga telah dibentuk untuk menanggulangi kebakaran secara efisien.
Di sektor pertanian, target pemerintah adalah menambah luas tanam padi menjadi 2,42 juta hektar, dengan fokus pada lumbung pangan seperti Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Banyuwangi, dan Jember.
Sementara itu, harga plastik nasional naik tajam akibat konflik Iran‑Israel yang memengaruhi pasar minyak, berdampak pada biaya produksi UMKM di Jawa Timur.
Regent Emil Dardak mengumumkan serangkaian kebijakan bantu untuk pelaku UMKM, termasuk subsidi, fasilitasi kredit, dan pengadaan bersama untuk menurunkan beban biaya plastik.
Dardak menambahkan bahwa kolaborasi antar pemerintah daerah dan sektor swasta akan diprioritaskan guna menjaga kelangsungan usaha kecil.
Pemerintah juga merilis jadwal salat Jumat 10 April yang mencakup 38 kabupaten/kota, membantu umat Muslim melaksanakan ibadah tepat waktu.
Masyarakat muslim diminta mengikuti jadwal tersebut dan tetap memperhatikan peringatan cuaca agar tetap aman selama beribadah.
Secara keseluruhan, Jawa Timur menghadapi tantangan ganda antara mengelola bahaya hujan lebat dan mempersiapkan diri menghadapi kekeringan yang berpotensi parah, sambil mendukung UMKM yang terdampak kenaikan harga plastik.
Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat melindungi pertanian, mencegah kebakaran, dan menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun.
Pihak berwenang menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan kerjasama masyarakat dalam menghadapi situasi yang dinamis ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan