Media Kampung – Kemenhaj telah menyiapkan 23 dapur haji Madinah untuk melayani konsumsi jamaah selama sembilan hari pelaksanaan ibadah haji. Penyiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran logistik makanan di kota suci.
Setiap dapur berlokasi strategis di sekitar Masjid Nabawi, sehingga jarak tempuh makanan ke tempat ibadah dapat diminimalkan. Kapasitas masing‑masing dapur diperkirakan dapat melayani hingga 2.000 porsi harian.
Peralatan dapur mencakup kompor industri, pendingin berstandar medis, serta sistem ventilasi yang memenuhi standar kebersihan makanan. Semua perlengkapan telah melalui uji kelayakan dan sertifikasi oleh otoritas kesehatan Saudi.
Tenaga kerja terdiri atas koki bersertifikat, asisten dapur, dan petugas kebersihan yang telah mengikuti pelatihan intensif. Jumlah total personel mencapai lebih dari 300 orang, termasuk tenaga medis yang siap menangani keadaan darurat.
Menu harian dirancang oleh tim ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan energi jamaah yang tinggi. Menu tersebut mencakup protein, karbohidrat, sayuran, serta minuman isotonic yang sesuai dengan iklim Madinah.
Kemenhaj berkoordinasi dengan otoritas lokal, termasuk Departemen Kesehatan dan Lembaga Haji Saudi, guna menjamin pasokan bahan baku tepat waktu. Kerjasama ini mencakup distribusi beras, daging, sayuran, dan bahan makanan lainnya.
Protokol kesehatan meliputi pemeriksaan suhu, penggunaan sarung tangan, dan sanitasi berkala pada semua permukaan dapur. Setiap shift kerja diawasi oleh petugas sanitasi yang mencatat hasil inspeksi.
“Kemenhaj menegaskan bahwa semua dapur telah dilengkapi peralatan modern dan tenaga kerja terlatih,” ujar Kepala Biro Haji Kementerian Agama pada konferensi pers kemarin. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kenyamanan jamaah.
Sejak tahun 2015, Kemenhaj terus meningkatkan fasilitas makanan bagi jamaah haji di Madinah. Pada periode sebelumnya, hanya 12 dapur yang beroperasi, sehingga penambahan menjadi 23 menandakan peningkatan signifikan.
Jika dibandingkan dengan musim haji 2025, jumlah dapur naik hampir dua kali lipat, sementara waktu layanan dipersingkat menjadi 30 menit per porsi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan mengoptimalkan alur distribusi.
Manfaat langsung bagi jamaah meliputi penyediaan makanan bergizi, aman, dan tepat waktu selama ibadah. Kepuasan jamaah biasanya berbanding lurus dengan kualitas layanan logistik makanan.
Rantai pasokan bahan makanan berasal dari gudang pusat di Riyadh yang dikirim dengan armada khusus berpendingin. Distribusi ke masing‑masing dapur dilakukan setiap empat jam untuk menjaga kesegaran produk.
Sistem pemantauan real‑time menggunakan aplikasi mobile memungkinkan koordinasi cepat antara dapur dan pusat logistik. Data konsumsi harian juga dicatat untuk analisis efisiensi operasional.
Per tanggal 20 April 2026, seluruh 23 dapur dinyatakan siap beroperasi setelah uji coba lapangan berhasil. Persiapan ini menandai kesiapan penuh Kemenhaj menyambut kedatangan jutaan jamaah haji.
Dengan kesiapan dapur ini, diharapkan pengalaman beribadah haji menjadi lebih nyaman dan aman, serta mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan keagamaan secara profesional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan