Media Kampung – Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis sejak kecil dapat memengaruhi preferensi rasa anak hingga dewasa. Oleh karena itu, asupan gula harus diperhatikan agar anak tidak terbiasa menginginkan makanan yang terlalu manis, kata Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK(K), seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik.
Dalam acara World Food Day 2026 yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia dan UPH di Tangerang, Dr. Diana menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat membuat anak terus mencari rasa manis dalam kesehariannya. “Kalau seorang anak biasa minum manis, makan manis, dia akan jadi anak yang terbiasa, memorinya adalah memori manis. Dia akan terus mintanya makanan yang cenderung manis,” ujarnya.
Perubahan Preferensi Rasa
Menurut Dr. Diana, tingkat kemanisan yang disukai anak juga dapat meningkat seiring waktu. Misalnya, anak yang awalnya terbiasa minum dengan satu sendok teh gula, bisa menginginkan tambahan gula lebih banyak hingga satu atau dua sendok makan. “Oleh sebab itu, kita harus menjaga supaya minum manis atau makan manis ini tidak menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Rekomendasi Asupan Gula untuk Anak
Meski gula diperlukan tubuh sebagai sumber energi, konsumsinya harus tetap dibatasi. Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa asupan gula bebas sebaiknya kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, menguranginya hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Sebagai contoh, jika kebutuhan energi anak sekitar 1.400 kalori per hari, maka 10 persen dari kebutuhan tersebut setara dengan 140 kalori. Jika dikonversi menjadi gula, jumlahnya sekitar 35 gram atau kurang lebih tujuh sendok teh gula. Namun, penting untuk diingat bahwa batas tersebut mencakup gula dari berbagai sumber, bukan hanya gula yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman anak.
Konsumsi Gula Anak yang Tinggi
Dr. Diana juga menyoroti tingginya konsumsi gula pada anak. Ia menyebutkan bahwa anak usia 1-3 tahun dapat mengonsumsi sekitar 12 sendok teh gula per hari, sedangkan anak usia 4-8 tahun mencapai 21 sendok teh per hari. Angka ini perlu dicermati karena gula tidak hanya berasal dari gula pasir yang ditambahkan ke minuman, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai produk makanan dan minuman kemasan.
Orang tua disarankan untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan rasa yang beragam dan tidak terlalu manis, serta memperhatikan label kandungan gula pada produk yang dibeli.












