Media Kampung – Tim Pengawas Haji DPR RI mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji dengan memprioritaskan kondisi kesehatan jemaah.

Anggota Timwas Haji DPR, Eem Marhamah Zulfa Hiz, menekankan pentingnya menjaga kebugaran sejak sebelum memasuki puncak ibadah haji. Ia menyatakan bahwa kesehatan menjadi faktor utama agar rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan menghasilkan haji yang mabrur. Menurutnya, jemaah harus lebih waspada terhadap Hantavirus, terutama jika memiliki gangguan pada organ paru-paru.

Eem juga mengingatkan agar jemaah rutin menjaga kebersihan diri selama berada di tempat umum. Penggunaan masker dinilai sebagai langkah efektif dalam mencegah penyebaran penyakit di tengah kerumunan jemaah. Meskipun Hantavirus tidak seberbahaya pandemi COVID-19, menjaga daya tahan tubuh tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan aktivitas ibadah yang membutuhkan fisik dan mental kuat, seperti tawaf dan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.

Timwas DPR RI turut memastikan bahwa penanganan terhadap jemaah yang mengalami gangguan kesehatan di Madinah terus dilakukan secara intensif. Tim medis dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia menyediakan perawatan yang meliputi pemberian obat, dukungan psikologis, hingga doa sebagai bagian dari pemulihan jemaah yang sakit.

Eem menambahkan, jemaah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kondisi fisik menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 9 Zulhijah. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para jemaah menjaga pola makan sehat dan kebugaran tubuh agar nantinya dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa kendala kesehatan.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya Timwas DPR untuk mengawal pelaksanaan ibadah haji yang aman dan lancar. Fokus pada kesehatan fisik dan kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti Hantavirus diharapkan dapat meminimalisir risiko gangguan kesehatan selama ibadah berlangsung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.