Media Kampung – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Papua menandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk memperkuat kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kesepakatan ini dilakukan di Gedung Pusat UGM pada Jumat, 8 Mei, dan menandai langkah konkret kedua lembaga dalam mendorong pembangunan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat Papua melalui kolaborasi strategis.
Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan menjadi pondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa dampak positif bagi enam provinsi di wilayah Papua, terutama melalui pembentukan Hospital Based University yang akan memprioritaskan pendidikan dokter-dokter ahli dari masyarakat Papua sendiri. “Tentunya kami berharap kedepannya anak-anak kami bisa menimba ilmu di UGM sehingga mereka bisa pulang membawa bekal yang baik untuk mengabdikan diri di tanah Papua,” ujar Fakhiri dalam sambutannya.
Mathius juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan, tetapi juga melibatkan sektor pertanian dan pertambangan. Program seperti cetak sawah dan pengembangan dunia pertambangan disebut sebagai bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan visi Papua Cerah (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Selain itu, Fakhiri menginginkan adanya kelas bahasa yang dapat diikuti oleh warga negara-negara Pasifik, sehingga mereka bisa belajar langsung di Papua dan menyaksikan perkembangan di sana. “Semoga kolaborasi ini dapat membantu kami untuk mengadakan kelas bahasa sehingga saudara-saudara kami dari Pasifik bisa belajar di Papua. Hal ini diharapkan dapat menjadikan Papua sebagai garda terdepan bangsa,” tambahnya.
Dari pihak UGM, Dr. Arie Sujito selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, menyatakan bahwa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM akan menjadi penggerak utama dalam kerja sama kesehatan ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama praktis akan segera diimplementasikan agar program peningkatan kualitas kesehatan di Papua bisa berjalan sukses. “Dan tentu ini akan diikut juga kerja sama yang secara praktis akan bisa menopang agar program peningkatan kualitas kesehatan dapat berjalan dengan sukses,” jelas Arie.
UGM juga menyatakan komitmennya untuk terus menyediakan program beasiswa ADik bagi generasi muda Papua, serta mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah, termasuk Papua. Melalui program ini, mahasiswa UGM dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat Papua, memahami tantangan di lapangan, dan memberikan kontribusi nyata. “Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Papua yang selama ini juga menerima kehadiran kami dalam berbagai program pengabdian dan kerja sama. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan ketika berinteraksi dan beradaptasi bersama teman-teman di Papua. Hal tersebut menjadi dasar agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin kuat ke depannya,” tambah Arie.
Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai perguruan tinggi di Papua untuk mendorong perubahan nyata, mengatasi persoalan sosial hingga kemiskinan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Arie menekankan, kekuatan kolaborasi antar lembaga menjadi kunci agar solusi yang dihasilkan dapat menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan penandatanganan MoU ini, UGM dan Pemprov Papua berkomitmen mempererat kerja sama demi menciptakan SDM unggul dan layanan kesehatan yang merata di seluruh Papua.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan