Media Kampung – dr Myta Aprilia Azmy, dokter muda yang bertugas di RSUD KH Daud Arif Jambi, meninggal secara mendadak pada 1 Mei 2024, memicu penyelidikan intensif oleh Kemenkes.

Kejadian tersebut terjadi pada malam hari ketika ia sedang menjalani shift patroli di ruang gawat darurat, dan tubuhnya ditemukan tidak bernyawa oleh rekan sejawat.

Sebagai dokter internship, dr Myta masih berada dalam program pelatihan wajib selama satu tahun, yang mengharuskannya bekerja di berbagai unit rumah sakit untuk memperoleh pengalaman klinis.

Laporan awal menyebutkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kecelakaan kerja, namun kondisi medisnya menurun drastis dalam hitungan menit sebelum tim resusitasi tiba.

Tim medis RSUD segera menghubungi layanan darurat internal dan melakukan upaya resusitasi, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga jenazah dipindahkan ke ruang kematian.

Pada pagi harinya, Kementerian Kesehatan mengirim Tim Terpadu yang dipimpin oleh Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama ahli patologi forensik untuk melakukan otopsi dan audit prosedur.

Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kemenkes, ahli forensik, dan pejabat rumah sakit, yang akan menelusuri riwayat kesehatan, penggunaan obat, serta catatan shift dr Myta selama minggu terakhir.

“Kami berkomitmen mengungkap penyebab pasti kematian dokter muda ini demi memastikan tidak ada faktor risiko yang terlewat,” ujar Dr. Hendra Susanto, Ketua Tim Investigasi Kemenkes.

Keluarga dr Myta, yang tinggal di Kecamatan Muaradua, Jambi, menyatakan duka mendalam dan meminta agar proses penyelidikan berjalan transparan serta tidak menimbulkan spekulasi publik.

Masyarakat setempat mengadakan doa bersama di depan rumah duka, sambil menuntut perbaikan fasilitas kerja bagi tenaga medis di wilayah tersebut.

Kekurangan dokter di Provinsi Jambi, terutama di daerah terpencil, telah menjadi isu berkelanjutan, sehingga kematian seorang dokter muda menambah keprihatinan tentang beban kerja berlebih.

Data Dinas Kesehatan Jambi mencatat bahwa pada tahun 2023 terdapat 12% kekosongan posisi dokter umum di rumah sakit daerah, yang memaksa intern menempati shift malam secara bergantian.

Investigasi selanjutnya mencakup analisis hasil laboratorium darah, pemeriksaan riwayat alergi, serta verifikasi ketersediaan peralatan medis pada saat kejadian.

Hasil sementara otopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda keracunan atau penyakit kronis yang dapat menjelaskan kematian mendadak, namun penyelidikan lanjutan masih diperlukan.

Hingga kini, tim Kemenkes masih mengumpulkan bukti, sementara keluarga dr Myta melanjutkan proses pemakaman dan berharap keadilan serta kepastian bagi almarhum.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.