Media Kampung – Dosen Universitas Gadjah Mada mengembangkan Denteksi, sebuah platform skrining kesehatan gigi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk analisis foto gigi.

Platform ini cukup menggunakan tiga foto – depan, atas, dan bawah – yang diambil dengan kamera ponsel, kemudian diproses secara otomatis untuk menilai kondisi gigi secara menyeluruh.

Hasil pengujian menunjukkan akurasi hingga 90% dalam mendeteksi gigi sehat dan lebih dari 80% untuk skrining karies.

Pengembang utama, Muhammad Fakhurrifqi, dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi UGM, memulai ide Denteksi pada tahun 2021 ketika pandemi COVID‑19 membatasi interaksi dokter gigi dengan pasien.

Pandemi menimbulkan kebutuhan layanan teledentistry; Rifqi bersama drg. Dewi Arifahni dan drg. Dhinintya Hyta Narissi menguji konsultasi via aplikasi chat sebelum beralih ke teknologi komputer visi.

Kerjasama dengan Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi titik tolak pengembangan sistem yang kemudian dioptimalkan menjadi analisis gambar tiga sisi.

Tim menambahkan standar pengambilan foto serta modul Odontogram yang menampilkan rekam medis, nomor gigi, dan rekomendasi tindakan secara otomatis.

“Dengan Denteksi, pasien hanya perlu foto tiga sudut, hasilnya langsung muncul dengan tingkat akurasi tinggi,” ujar Rifqi pada 28 April.

Rifqi menekankan bahwa meskipun AI menunjukkan performa tinggi, keputusan akhir tetap memerlukan verifikasi dari dokter gigi profesional.

Denteksi resmi diluncurkan pada Agustus 2022 dan langsung meraih Indonesia Health Innovation Award (IHIA) 2022 untuk kualitas pelayanan kesehatan.

Tahun yang sama, platform ini memenangkan Juara 1 pada Konvensi Mutu Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2022.

Pencapaian berikutnya adalah Jakarta Innovation Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Bappeda DKI Jakarta.

Produk Denteksi berada di bawah naungan PT Senyum Cerdas Indonesia, yang mengelola hak cipta serta pengembangan berkelanjutan.

Dalam satu sesi praktik, Denteksi mampu memeriksa sekitar seratus anak dalam tiga jam, menunjukkan efisiensi tinggi.

Beberapa institusi yang telah menggunakan platform ini meliputi Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Flores, Yayasan Gistrav Islamia School, dan Puskesmas Kebayoran Baru.

Platform dapat diakses publik melalui situs web denteksi.senyumcerdas.id tanpa memerlukan tautan klik.

Rifqi membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pihak rumah sakit, klinik, maupun lembaga pendidikan untuk memperluas cakupan skrining.

Keberhasilan Denteksi dianggap sebagai langkah strategis mengatasi kekurangan tenaga dokter gigi di Indonesia.

Saat ini, tim masih melakukan penyempurnaan algoritma serta menambah basis data gambar untuk meningkatkan akurasi diagnostik.

Dengan dukungan ahli dan komunitas medis, Denteksi diharapkan menjadi asisten AI utama dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi generasi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.