Media Kampung – SMPN 1 Panti melaksanakan skrining pendengaran dalam rangka World Hearing Day 2026, dengan seratus siswa mengikuti deteksi dini untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran secara awal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 28 Maret 2026 di ruang kesehatan sekolah, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dan tim medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat.
Seratus siswa kelas VII hingga IX, berusia antara 12 hingga 15 tahun, menjadi peserta utama dalam program skrining yang dirancang untuk mendeteksi kehilangan pendengaran ringan hingga sedang.
Proses skrining dimulai dengan wawancara singkat mengenai riwayat kesehatan telinga, diikuti oleh pengukuran audiometri berbasis ototoni menggunakan perangkat portable yang telah terakreditasi.
Alat audiometri tipe Otoacoustic Emissions (OAE) serta Pure Tone Audiometry (PTA) digunakan untuk memastikan akurasi hasil, sementara tenaga medis mencatat data secara digital untuk analisis lebih lanjut.
Dari seratus peserta, sembilan siswa menunjukkan indikasi gangguan pendengaran yang memerlukan evaluasi lanjutan, sedangkan sisanya dinyatakan memiliki pendengaran normal.
Kepala SMPN 1 Panti, Budi Santoso, menyatakan, “Kami berkomitmen menyediakan layanan kesehatan yang menyeluruh bagi siswa, dan skrining pendengaran ini merupakan langkah penting dalam mendeteksi masalah sejak dini.”
Dr. Siti Aminah, koordinator program di Dinas Kesehatan Jember, menambahkan, “World Hearing Day memberikan momentum bagi kami untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas akses deteksi pendengaran di lingkungan sekolah.”
Data WHO memperkirakan lebih dari 430 juta orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, dengan sekitar 34 juta di antaranya merupakan anak-anak yang belum terdiagnosa.
Pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan skrining pendengaran ke dalam Program Kesehatan Sekolah Nasional, menargetkan 80% sekolah dasar dan menengah untuk melaksanakan kegiatan serupa dalam lima tahun ke depan.
Pihak sekolah berencana menjadikan skrining pendengaran sebagai agenda tahunan, sekaligus memperluas cakupan ke sekolah-sekolah tetangga di Kabupaten Jember.
Hasil akhir menunjukkan bahwa semua siswa yang membutuhkan tindak lanjut telah dirujuk ke pusat layanan kesehatan terdekat, dan kampanye kesadaran pendengaran kini terus digalakkan melalui poster dan sesi edukasi di kelas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan