Media Kampung – Ribuan warga Italia menggelar demonstrasi besar-besaran menentang aksi pembajakan Global Sumud Flotilla (GSF) oleh angkatan laut Israel, menyoroti dampak kemanusiaan di Gaza.
Protes berlangsung pada Sabtu 30 April 2026 di alun-alun utama Roma, dengan perkiraan lebih dari 12.000 peserta mengangkat spanduk dan meneriakkan slogan anti‑Israel.
Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan bahwa intervensi GSF tidak terkoordinasi secara internasional dan menambah beban diplomatik Italia dalam membantu Palestina.
Meloni menambahkan, “Kami tidak melihat manfaat konkret dari aksi yang justru menimbulkan masalah tambahan bagi rakyat Gaza dan meningkatkan ketegangan dengan Israel.”
Global Sumud Flotilla merupakan koalisi relawan multinasional yang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui armada kapal besar, termasuk sejumlah sukarelawan Indonesia.
Israel telah melakukan penyitaan kapal GSF pada beberapa kesempatan, termasuk pada Agustus 2025 dan awal 2026, menahan lebih dari 400 relawan dalam satu operasi.
Pada malam 29 April 2026, GSF melaporkan bahwa Israel mencegat 15 dari 58 kapal yang berangkat dari Sisilia, serta menahan awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Insiden serupa terjadi pada Agustus 2025 ketika puluhan kapal GSF dicegat oleh IDF, menahan lebih dari 400 sukarelawan sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan.
Pemerintah Spanyol dan Brasil mengutuk keras penculikan dua aktivis mereka yang berada di atas armada GSF, menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional.
Pernyataan bersama kedua negara menegaskan bahwa penahanan di perairan internasional merupakan pelanggaran hak konsuler dan dapat dibawa ke pengadilan internasional.
Pihak Israel, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menyatakan bahwa penyitaan dilakukan untuk mencegah pelanggaran blokade Gaza yang telah diberlakukan sejak 2007.
Para kritikus menilai kebijakan tersebut memperburuk krisis kemanusiaan, mengingat lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza berada di ambang kelaparan akibat blokade yang ketat.
Sementara itu, aparat keamanan Italia mengawasi protes dengan penempatan satuan polisi khusus, namun tidak ada laporan kerusuhan atau penangkapan massal.
Situasi masih dinamis, dengan GSF berencana melanjutkan pengiriman bantuan melalui rute alternatif sambil menunggu klarifikasi diplomatik dari pihak Israel dan Uni Eropa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan