Media Kampung – 18 April 2026 | Disney mengakui secara implisit bahwa investasi miliaran dolar pada taman bertema ‘Star Wars‘ di beberapa lokasi taman hiburannya tidak memberikan hasil yang diharapkan, menandai kegagalan strategis terbesar dalam sejarah perusahaan.

Galaxy’s Edge, yang dibangun di Disney World Orlando dan Disneyland Anaheim, menampilkan dunia fiksi Batuu dengan teknologi canggih dan elemen imersif yang dirancang untuk menarik pengunjung berjam‑jam.

Proyek tersebut menghabiskan biaya beberapa miliar dolar, termasuk pembangunan struktur fisik, sistem interaktif, serta pelatihan staf yang memadai.

Konsep Batuu dipusatkan pada trilogi terbaru, menampilkan karakter Rey dan Kylo Ren, yang dipilih berdasarkan saran mantan kepala Lucasfilm, Kathleen Kennedy.

Menurut mantan wakil presiden Walt Disney World, Dan Cockerell, keputusan fokus pada trilogi baru merupakan “saran buruk” dari Kennedy yang mengabaikan warisan film asli.

“Kami mendapat panggilan bahwa Bob Iger bertemu dengan Kathleen Kennedy, dan dia menekankan pentingnya cerita baru daripada yang klasik,” ujar Cockerell dalam wawancara.

Keputusan itu membuat Galaxy’s Edge mengabaikan elemen ikonik seperti Tatooine, Millennium Falcon, dan karakter asli yang masih memiliki basis penggemar kuat.

Data internal menunjukkan tingkat kunjungan dan pengeluaran per pengunjung di Galaxy’s Edge lebih rendah 20% dibandingkan ekspektasi awal.

Penurunan tersebut berdampak pada pendapatan keseluruhan Disney Parks, yang pada kuartal pertama 2026 mencatat penurunan laba operasional sebesar 8%.

Manajemen baru di Disney, yang dipimpin oleh CEO baru, kini meninjau kembali strategi konten dan mempertimbangkan restrukturisasi taman.

Rencana awal termasuk penambahan elemen Tatooine dan pengenalan karakter klasik dalam rangka memulihkan minat pengunjung.

Pengumuman resmi perusahaan pada 15 April 2026 menyatakan bahwa evaluasi akan selesai dalam enam bulan ke depan.

Sejumlah analis pasar memperkirakan bahwa penyesuaian desain dapat menambah kembali sekitar 1,5 miliar dolar pendapatan dalam tiga tahun ke depan.

Namun, perubahan tersebut memerlukan investasi tambahan yang belum sepenuhnya dianggarkan, menimbulkan kekhawatiran tentang beban finansial lanjutan.

Para penggemar media sosial menanggapi dengan skeptis, menuntut Disney untuk lebih menghormati warisan film asli.

Disney berjanji akan meningkatkan interaksi dengan komunitas penggemar melalui survei dan forum terbuka.

Konteksnya, keputusan sebelumnya tentang film trilogi baru juga mendapat kritik tajam karena penurunan rating dan pendapatan box office.

Keputusan ini mencerminkan tantangan Disney dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dengan ekspektasi nostalgia penonton.

Situasi terbaru menunjukkan bahwa Disney masih berupaya mengoptimalkan penggunaan lahan di kedua taman tersebut sambil menunggu persetujuan anggaran redesign.

Perkembangan selanjutnya akan dipantau secara intensif oleh analis industri hiburan dan pemangku kepentingan internal Disney.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.