Media Kampung – Jabatan executive chef dalam dunia kuliner tidak bisa diperoleh secara instan hanya dengan sertifikasi. Hal ini ditegaskan oleh Chef Lucky Suherman, pendiri Komunitas Pelaku Kuliner, yang menjelaskan bahwa posisi ini merupakan jabatan struktural tertinggi di dapur profesional dengan tanggung jawab besar.

Perdebatan muncul setelah sebuah unggahan di media sosial menyatakan seseorang menjadi executive chef hanya dengan mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Namun, Chef Lucky menegaskan bahwa jabatan executive chef bukan sekadar gelar, melainkan posisi pimpinan yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dapur, mulai dari menjaga kualitas rasa, pengadaan bahan baku, manajemen tim, hingga pengendalian biaya.

Istilah “chef” sendiri berasal dari bahasa Prancis “chief” yang berarti kepala atau pemimpin. Executive chef biasanya ditemukan di hotel berbintang empat, lima, hingga enam. Selain memasak, tugasnya juga meliputi menghadiri rapat pernikahan, jamuan tamu VVIP, dan koordinasi lintas departemen. Kemampuan manajemen dapur, kepemimpinan, dan pengendalian biaya menjadi aspek utama dalam posisi ini.

Proses mencapai jabatan executive chef biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Biasanya, perjalanan karier dimulai dari posisi paling bawah seperti steward atau pencuci piring, kemudian naik ke cook helper, cook, senior cook, sous chef, hingga akhirnya executive chef. Sertifikasi BNSP lebih berfungsi sebagai pengakuan kompetensi, bukan jalan pintas untuk langsung menduduki posisi tersebut.

Chef Lucky menambahkan bahwa dalam dunia kerja, pengalaman dan rekam jejak menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh pemilik hotel, general manager, atau direktur saat merekrut executive chef. Mereka lebih memperhatikan apakah kandidat pernah menjabat sebagai assistant executive chef atau head chef di hotel sebelumnya.

Di hotel berbintang, seorang executive chef tidak hanya mengawasi satu dapur, melainkan juga mengelola berbagai restoran yang ada dalam satu properti. Ini menunjukkan betapa luas dan kompleksnya tanggung jawab yang harus diemban. Dengan demikian, jabatan executive chef menuntut pengalaman, kemampuan manajerial, serta leadership yang matang.

Posisi ini menuntut penguasaan tidak hanya dalam memasak, tetapi juga manajemen dapur dan pengendalian biaya operasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, jabatan executive chef tidak bisa diraih secara instan hanya dengan sertifikasi, melainkan melalui perjalanan karier panjang dan pengalaman yang solid di industri food and beverage.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.